
Selasa, 14 Juli 2026, Tim Keswan bekerja penuh semangat dalam proses pengendalian penyakit rabies di Desa Dompas dan Sejangat. 3 orang dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bukit Batu. Terdiri dari Dokter Hewan Eddy Nuryanto, Paramedik Veteriner (Paravet) Hermanto, serta Siber Keswan. Agenda vaksinasi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan kick off rabies, lalu penyuntikan di Desa Sukajadi terakhir di Desa Dompas dan Sejangat. Secara total ada 100 dosis vaksin rabies disuntikkan pada rangkaian kegiatan tersebut.
Udara cukup sejuk kala kedatangan 3 orang tim keswan ke Kantor Desa Dompas. Mereka disambut oleh Sekretaris Desa (Sekdes), lalu memaparkan maksud dan tujuan pada hari itu. Disampaikan bahwa vaksinasi rabies merupakan langkah pencegahan atas ancaman zoonosis penyakit anjing gila. Zoonosis merupakan istilah penyakit dari hewan yang bisa menjangkiti manusia. Dompas adalah desa kedua yang didatangi Tim Puskeswan Bukit Batu, guna menggelar aksi vaksinasi rabies gratis.
Bukan sekadar agenda rutin, aksi ini menjadi langkah taktis dan respons cepat Puskeswan dalam mencegah ancaman virus rabies yang mematikan. Koordinasi di Kantor Desa usai, Tim Puskeswan dikomandoi drh. Eddy langsung bergerak ke rumah-rumah warga. Mengingat luasnya wilayah dan kesibukan warga, tim mempercepat agenda pagi itu. Mereka mendatangi rumah yang terdekat terlebih dahulu. Ada penduduk yang memelihara hewan anjing dan beberapa di antaranya kucing yang ingin divaksinasi. Antusiasme warga sangat terasa melalui panggilan telepon menunggu tim vaksinasi di rumah masing-masing. Bahkan ada yang meminta izin atasan untuk memegangi anjingnya ketika tahu tim sudah berada dekat rumahnya. Tim medis veteriner menyisir setiap sudut perumahan demi memastikan tidak ada Hewan Penular Rabies (HPR) yang terlewati.
Tim dengan sigap mendatangi rumah door to door, menembus gang sempit, hingga ke belakang rumah, tempat kandang hewan peliharaan. Suara gonggongan anjing dan ngeongan kucing bersahut-sahutan, menandai antusiasme yang luar biasa dari warga setempat.
"Kami tidak ingin menunggu bola. Rabies adalah penyakit yang fatal jika mengenai manusia. Oleh karena itu, kami yang datang menyuntik hewan-hewan ini dari rumah ke rumah. Hal tersebut agar sebagian besar populasi anjing dan kucing di Dompas dan Sejangat memiliki kekebalan akan penyakit rabies," ujar penanggung jawab Puskeswan Bukit Batu di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan data lapangan pagi itu, tercatat puluhan ekor hewan berhasil divaksinasi. Tim medis lanjut lagi, tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP). Sebelum jarum suntik menembus kulit hewan, dokter hewan dan Paravet melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Hewan-hewan harus dinyatakan lolos dari minimal empat syarat vaksinasi. Pertama, suhu badan hewan normal, tidak dalam kondisi demam atau stres berat. Kedua, cukup umur, minimal sudah sampai usia 3 bulan ke atas. Ketiga, bebas penyakit akut, antara lain tidak sedang mengalami diare, muntah, atau gangguan pernapasan. Keempat, ada kondisi khusus, seperti hewan betina tidak boleh dalam keadaan bunting tua demi menjaga keselamatan janin. Bagi hewan yang terdeteksi kurang sehat, menunggu kondisi hewan pulih total.
Di akhir kegiatan ada apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi warga yang hewan peliharaannya ikut dalam kegiatan vaksinasi rabies.
"Pengendalian penyakit rabies adalah ikhtiar menjaga desa dari dampak penyebaran penyakit melalui hewan. Ini adalah kerja keras kita bersama. Terima kasih atas kesediaan penduduk desa dalam menerima tim vaksinasi rabies. Kepada warga yang hewannya belum sempat divaksin, selalu ada kesempatan di Puskeswan Bukit Batu. Jangan tunggu sampai ada kasus gigitan rabies. Melalui vaksinasi, kita bisa menjaga wilayah kita tetap aman dan bebas penyakit." tegasnya memungkasi kegiatan.


Posting Komentar