
Puskeswan Bukit Batu mengadakan rapat koordinasi pegawai Pusat Kesehatan Hewan Tiga Kecamatan. Ada pun ketiga wilayah tersebut yaitu Kecamatan Bukit Batu, Puskeswan Siak Kecil, Kecamatan Bandar Laksamana. Rapat kerja dimaksudkan untuk koordinasi kerja, pemantapan pembagian tugas dan wilayah kerja serta persiapan kegiatan pelayanan Kesehatan hewan. Hal tersebut yang dilakukan agar program BPKH DTPHP Tahun 2026 dapat berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Ada pun kepanjangan dari BPKH-DTPHP yaitu Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Kabupaten Bengkalis.
Rapat konsolidasi 3 Kecamatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskeswan Bukit Batu. Alamat Puskeswan Bukit Batu yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Depan Pasar Baru Sungai Pakning. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PKH-DTPHP Aan Suhairi, ST didampingi oleh drh. Hanni Mardani. Konsolidasi ini juga dihadiri 2 Medik Veteriner, 4 Paramedis inseminator dan Petugas IB, ada juga 2 staff petugas data. Kepala Puskeswan Bukit Batu adalah drh. Eddy Nuryanto, dengan Paramedik Inseminator yaitu Hermanto. Penjelasan istilah medik veteriner yaitu dokter hewan, paramedik adalah tenaga medis lapangan, inseminator sama dengan petugas IB, yaitu petugas yang melakukan inseminasi buatan pada ternak.
Rapat koordinasi ini merupakan rapat perdana Tahun 2026, dimana terjadi berbagai peristiwa di instansi pemerintah. Antara lain pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu, penarikan penyuluh pertanian ke Pusat, Penggunaan Perensi Online ASN, serta isu penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bengkalis dari jumlah 14 dirampingkan jadi 7 OPD.
Agenda rapat yang pertama adalah evaluasi kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan perbaikan program selanjutnya. Pembahasan kedua menyangkut program kerja Bidang PKH-DTPHP Tahun 2026. Dalam kesempatan ini dibahas pula mengenai program kerja layanan 3 Puskewan ke depan.
Ada usaha agar Puskeswan lebih eksis serta makin aktif melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di masyarakat. Penyuluhan kesehatan hewan agar senantiasa disertakan dalam pertemuan warga. Baik itu mengenai anjuran pemerintah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kesehatan hewan, upaya menaikkan produksi daging, mengkandangkan sapi maupun kambing, info kesehatan reproduksi maupun saran pakan yang baik untuk ternak. Hal-hal lain guna memajukan peternakan di Kabupaten Bengkalis juga disampaikan ke peternak, sesuai kondisi lapangan dan masalah yang ditemui.
Disarankan program dari pemerintah pusat agar didukung secara penuh, disukseskan, serta senantiasa meng-input dan update data. Ada pun kegiatan yang memakai dana APBD Kabupaten agar terlaksana, termonitor dan terevaluasi dengan benar. Ditegaskan tentang pentingnya komunikasi serta harmonisasi antara pegawai Puskeswan.
“Harmonisasi ini sebagai perekat tim dalam menjalankan seluruh program yang telah dicanangkan. Hal tersebut guna menyamakan gerak langkah dinas dan Puskeswan dalam menjalankan program kerja.” Ujarnya.
Lanjut disampaikan bahwa perencanaan kegiatan yang detail dan matang sangat diperlukan, melalui rencana kerja yang terjadwal rapi, diharapakan kinerja seluruh personel puskeswan dapat maksimal sesuai dengan posisi, tupoksi, inovasi masing-masing. Terakhir disampaikan bahwa pertemuan untuk membahas progress kegiatan sebaiknya dilakukan secara ter-desentralisasi. Hal tersebut agar keputusan bersama bisa dilakukan secara cepat, akurat, sesuai situasi dan kondisi lapangan.
“Rapat koordinasi seperti ini tidak mesti melalui pertemuan terpusat, tapi bisa terlaksana di masing-masing Puskeswan. Semoga Tahun 2026 setiap pekerjaan kita dalam rangka optimalisasi layanan Puskeswan bisa berjalan lancar dan bermanfaat terhadap masyarakat banyak.” Tutupnya
Rapat konsolidasi 3 Kecamatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskeswan Bukit Batu. Alamat Puskeswan Bukit Batu yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Depan Pasar Baru Sungai Pakning. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PKH-DTPHP Aan Suhairi, ST didampingi oleh drh. Hanni Mardani. Konsolidasi ini juga dihadiri 2 Medik Veteriner, 4 Paramedis inseminator dan Petugas IB, ada juga 2 staff petugas data. Kepala Puskeswan Bukit Batu adalah drh. Eddy Nuryanto, dengan Paramedik Inseminator yaitu Hermanto. Penjelasan istilah medik veteriner yaitu dokter hewan, paramedik adalah tenaga medis lapangan, inseminator sama dengan petugas IB, yaitu petugas yang melakukan inseminasi buatan pada ternak.
Rapat koordinasi ini merupakan rapat perdana Tahun 2026, dimana terjadi berbagai peristiwa di instansi pemerintah. Antara lain pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu, penarikan penyuluh pertanian ke Pusat, Penggunaan Perensi Online ASN, serta isu penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bengkalis dari jumlah 14 dirampingkan jadi 7 OPD.
Agenda rapat yang pertama adalah evaluasi kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan perbaikan program selanjutnya. Pembahasan kedua menyangkut program kerja Bidang PKH-DTPHP Tahun 2026. Dalam kesempatan ini dibahas pula mengenai program kerja layanan 3 Puskewan ke depan.
Ada usaha agar Puskeswan lebih eksis serta makin aktif melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di masyarakat. Penyuluhan kesehatan hewan agar senantiasa disertakan dalam pertemuan warga. Baik itu mengenai anjuran pemerintah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kesehatan hewan, upaya menaikkan produksi daging, mengkandangkan sapi maupun kambing, info kesehatan reproduksi maupun saran pakan yang baik untuk ternak. Hal-hal lain guna memajukan peternakan di Kabupaten Bengkalis juga disampaikan ke peternak, sesuai kondisi lapangan dan masalah yang ditemui.
Disarankan program dari pemerintah pusat agar didukung secara penuh, disukseskan, serta senantiasa meng-input dan update data. Ada pun kegiatan yang memakai dana APBD Kabupaten agar terlaksana, termonitor dan terevaluasi dengan benar. Ditegaskan tentang pentingnya komunikasi serta harmonisasi antara pegawai Puskeswan.
“Harmonisasi ini sebagai perekat tim dalam menjalankan seluruh program yang telah dicanangkan. Hal tersebut guna menyamakan gerak langkah dinas dan Puskeswan dalam menjalankan program kerja.” Ujarnya.
Lanjut disampaikan bahwa perencanaan kegiatan yang detail dan matang sangat diperlukan, melalui rencana kerja yang terjadwal rapi, diharapakan kinerja seluruh personel puskeswan dapat maksimal sesuai dengan posisi, tupoksi, inovasi masing-masing. Terakhir disampaikan bahwa pertemuan untuk membahas progress kegiatan sebaiknya dilakukan secara ter-desentralisasi. Hal tersebut agar keputusan bersama bisa dilakukan secara cepat, akurat, sesuai situasi dan kondisi lapangan.
“Rapat koordinasi seperti ini tidak mesti melalui pertemuan terpusat, tapi bisa terlaksana di masing-masing Puskeswan. Semoga Tahun 2026 setiap pekerjaan kita dalam rangka optimalisasi layanan Puskeswan bisa berjalan lancar dan bermanfaat terhadap masyarakat banyak.” Tutupnya


Posting Komentar