
Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada petani tentang pentingnya Sekolah Lapang Tematik. Kedua, menyebarkan ilmu dan keterampilan baru kepada petani tentang teknologi pertanian. Kegiatan ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, rembug tani, kursus tani, diakhiri demonstrasi hasil di lapangan (farmer field day). Ketiga,sosialisasi ini juga memperkuat kemitraan petani, penyuluh, dan stakeholder lainnya dalam pembangunan pertanian.
Materi sosialisasi meliputi pengenalan konsep Sekolah Lapang, manfaat SL bagi petani, dan bagaimana SL dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Sekolah Lapang (SL) adalah program pendidikan non-formal yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usaha tani. Program ini biasanya dilaksanakan di lapangan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. SL merupakan bentuk pendidikan yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilakukan di lapangan. Peserta SL berada langsung di lahan kelompok tani dengan maksud mempelajari pengelolaan usaha pertanian yang mereka kerjakan. Selain itu, juga dibahas tentang teknologi dan inovasi pertanian yang dapat diterapkan dalam usaha tersebut. Peserta belajar mengenali potensi, mengidentifikasi masalah, dan menerapkan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha tani.
Disampaikan bahwa sekolah lapang ini dapat mendukung Gerakan Tani Pro-Organik (Genta Organik) dari Kementerian Pertanian. Pemerintah mendorong penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai alternatif terhadap pupuk kimia. Kegiatan SL juga mencakup teori dan praktik langsung di lapangan melalui demplot, sebagai model penerapan pertanian organik. Demplot atau demonstrasi plot sebagai lahan percontohan yang digunakan untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana suatu teknologi atau metode pertanian diterapkan. Berkat melihat langsung hasil dan prosesnya, petani lebih mudah memahami dan menerapkan teknologi tersebut di lahan mereka sendiri.
"Sekolah Lapang ini menyuntikan kesadaran akan pentingnya pertanian organik yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Tentu saja tidak hanya teori, juga melalui pelatihan dan demonstrasi langsung di lapangan. Semoga peserta bisa menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan di kebun sendiri." Tandasnya.


Posting Komentar