Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan Pembinaan Fasilitasi Kemitraan Petani Kelapa Sawit. Kegiatan berlangsung pada Tanggal 15 Agustus 2024 di Aula Kantor Balitbang Kabupaten Bengkalis, Jalan Pertanian. Agenda ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas kelembagaan ekonomi petani berbasis perkebunan. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan, Mohammad Azmir, S.Hut.,T,M.Sc. Acara dihadiri penyuluh pertanian dari Kecamatan Bukit Batu, Bantan dan Kecamatan Bengkalis. Hadir juga dari UPT Pengembangan dan Pembibitan Tanaman Perkebunan. Tidak lupa sebagai peserta pembinaan fasilitasi kemitraan petani kelapa sawit, anggota kelompok tani se-Kabupaten Bengkalis. Ada pun narasumber berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
Dalam sambutan ditekankan pentingnya membina fasilitasi kemitraan petani kelapa sawit. Pengembangan kapasitas kelembagaan ekonomi petani bisa dilakukan berbasis kawasan. Kelompok tani dalam satu kawasan berkolaborasi dengan kelembagaan lainnya, lalu melakukan kerjasama dengan pabrik kelapa sawit. Kemitraan bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sawit, pedoman pelaksanaannya tertuang pada Pergub No. 77 Tahun 2021. Ditambahkan bahwa fasilitasi kemitraan petani kelapa sawit penting dilakukan, sebab kelompok tani memerlukan jaringan agar daya tawar lebih kuat. Potensi dan tantangan yang dihadapi oleh petani sawit bisa dilalui dengan mudah bila ada koneksi dengan kelompok yang lain. Diarahkan juga pembentukan kemitraan dalam penjualan hasil perkebunan sawit. Selama ini menurutnya, rantai distribusi pemasaran kelapa sawit sangat panjang. Hal tersebut berdampak pada pekebun yang belum bisa harga tinggi dan stabil dari tanaman sawit.
Dinas Perkebunan dalam artikel media online dituliskan bekerja mendampingi pengembangan kebun sawit rakyat di Kabupaten Bengkalis. Pemerintah Kabupaten juga meluncurkan program "Perkebunan Jempol" yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan perkebunan, termasuk program peremajaan sawit rakyat dan bantuan sarana perkebunan. Dinas Perkebunan akan membantu masyarakat dalam pengurusan dokumen yang diperlukan.
"Dinas dapat lebih cepat merumuskan kebijakan tepat dalam memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani. Hal tersebut bisa terwujud bila kemitraan kelembagaan petani berjalan dengan baik." ujarnya.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan terkait kemitraan petani sawit. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah pembangunan perkebunan. Setiap stakeholder dapat membantu memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor perkebunan di Kabupaten Bengkalis.
“Harapan keberhasilan kemitraan petani ini sangat bergantung pada partisipasi anggota kelompok, masyarakat, serta dukungan semua pihak. Mari semua turut serta dalam mendukung pengembangan perkebunan rakyat di Kabupaten Bengkalis.” Tutupnya.



Posting Komentar