Penyuluh dan Babinsa Salurkan Bantuan Pompa Mesin


Penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian terus digulirkan oleh Pemerintah Pusat guna memitigasi dampak musim kemarau di tingkat tapak. Pada Sabtu, 22 Juni 2024, Gapoktan Desa Bukit Batu dan Desa Sukajadi secara resmi menerima bantuan pompa air mesin yang bersumber dari dana APBN Tahun 2024 Kementerian Pertanian.

Kegiatan serah terima yang berlangsung di area terbuka hijau Desa Bukit Batu ini dihadiri langsung oleh tim pendamping dari berbagai unsur teknis dan kewilayahan. Berdasarkan dokumentasi lapangan, prosesi penyerahan ditandai dengan penyerahan berkas dokumen serah terima oleh perwakilan Gapoktan yang didampingi oleh aparat TNI.

Hadir mengawal jalannya kegiatan, personel Babinsa Kecamatan Bukit Batu dengan seragam loreng lengkap berdiri mendampingi di sisi kiri dan kanan para petani. Kehadiran Babinsa ini menegaskan sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di Kabupaten Bengkalis.

Di lokasi acara, Andy Simarmata, SP selaku Penyuluh Pertanian Desa Bukit Batu dan Asrol Fahmi, A. Md selaku Penyuluh Pertanian Desa Sukajadi tampak mendampingi jalannya serah terima. Penyuluh pertanian langsung memberikan bimbingan teknis mengenai operasional mesin.

Bantuan fisik yang diserahkan berupa unit mesin pompa air diesel berwarna merah yang dilengkapi pengaman van-belt berwarna kuning terang. Di bagian depan mesin, juga telah disiapkan komponen kelengkapan berupa gulungan selang buang (delivery hose) berwarna merah serta selang hisap (suction hose) spiral berwarna biru.

Ketua Gapoktan Berkat Sri Bakti (Desa Bukit Batu) dan Gapoktan Berkat Yakin (Desa Sukajadi) menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mereka saat memegang berkas serah terima dan gawai penginputan data. Menurut mereka, bantuan ini akan langsung difungsikan oleh anggota kelompok tani untuk memompa air guna mengatasi kekeringan pada lahan persawahan padi di musim kemarau ini.

Berdasarkan data Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari PJ. PAT Provinsi Riau, hingga saat ini Kabupaten Bengkalis telah menerima total 21 unit pompa bantuan APBN yang seluruhnya telah didistribusikan ke kelompok tani.

Meski bantuan telah bergulir, tantangan di lapangan masih menyelimuti para petani. Minimnya ketersediaan air pada parit, saluran irigasi, dan embung akibat kemarau menjadi faktor pembatas utama. Selain itu, panjang selang pembawa bawaan dari pusat dinilai belum mencukupi untuk menjangkau titik sumber air yang jauh dari area persawahan. Sebagai langkah antisipasi, pihak penyuluh dan Gapoktan merekomendasikan adanya usulan tambahan bantuan selang dengan kebutuhan rata-rata minimal 500 meter per unit pompa agar pemanfaatan mesin dapat berjalan maksimal.

Posting Komentar