Budidaya Mentimun bisa menjadi alternatif bisnis pertanian, permintaan akan sayuran buah ini cukup tinggi. Timun merupakan tanaman yang bisa berbuah sepanjang musim, sehingga bisa juga dipanen di akhir tahun. Supaya kesegaran dan kualitas timun tetap terjaga hingga ke tangan konsumen, metode panen dan pasca panen mentimun sebaiknya dikerjakan dengan benar. Dikutip dari Siber Penyuluhan Kementerian Pertanian RI, berikut penjelasannya.
Mentimun merupakan tanaman yang pertumbuhannya tergolong cepat. Timun yang dibudidayakan di Indonesia ada beberapa macam mulai dari timun lokal, timun lalap, timun suri. Setiap jenis timun memiliki masa panen yang berbeda, seperti timun lokal yang digunakan untuk lalap, acar, atau asinan. Sebagian jenis mentimun sudah bisa dipanen umur 30 hari setelah tanam (HST).
Sebagian jenis mentimun memiliki syarat sebelum dipanen, yaitu: Panjangnya minimal mencapai 20 hingga 30 cm dengan diameter 3 sampai 4 cm. Bentuk buah lurus dan kulitnya mulus. Masih muda dan segar. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting.
Mentimun bisa dipanen beberapa hari sekali tergantung dari jenis, ukuran, serta umur yang dikehendaki atau sesuai dengan permintaan pasar. Biasanya pasar modern membutuhkan timun dalam 2 jenis. Pertama, timur acar yang memiliki panjang sekitar 10 sampai 15 cm, bentuk lurus, kulit mulus, dan dalam kondisi segar. Kedua, timun besar yang memiliki panjang 14 hingga 20 cm, bentuk buah lurus, kulit mulus, dan kondisinya segar.
Pasca panen mentimun bertujuan untuk menjaga kualitas buah tetap baik hingga sampai ke tangan konsumen, oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lakukan sortasi untuk memisahkan buah yang rusak, fisiknya cacat, bentuknya bengkok, atau busuk dari buah yang baik.
Proses distribusi Pengangkutan dan pendistribusian sebaiknya segera dilakukan segera setelah timun dipetik untuk menjaga kesegarannya. Apabila mentimun didistribusikan ke tempat yang jauh dan membutuhkan waktu beberapa hari, sebaiknya letakkan timun di tempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung. Perhatikan juga posisinya terhindar dari air hujan, agar timun tidak mudah rusak atau busuk.


.png)
Posting Komentar