Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Kabupaten Bengkalis melalui UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPP) Kecamatan Bukit Batu melaksanakan Pelatihan Tematik. Kegiatan itu merupakan sebuah pembelajaran tatap muka disertai praktek langsung kepada petani. Acara tersebut mengambil tema Diseminasi Teknologi Biosaka dan Pestisida Nabati. Peserta pelatihan terdiri dari anggota kelompok tani dan Penyuluh pertanian se-Kecamatan Bukit Batu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Bukti Batu, Kepala Seksi Penyuluhan DTPHP, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten serta Kepala UPT BPP Bukit Batu.
Ketua penyelenggara menyatakan bahwa pelatihan tematik merupakan program dari Kementerian Pertanian. Dana berasal dari kegiatan non fisik tahun anggaran 2023. Kegiatan tersebut merupakan pola pembelajaran dengan tema dan materi yang disusun berdasarkan potensi pertanian setempat. Diharapkan peserta mengikuti pelatihan dengan baik, agar pencegahan serangan hama tanaman sesuai anjuran pemerintah. Semoga bermanfaat meningkatkan hasil budidaya tanaman padi dan hortikultura di Kecamatan Bukit Batu.
Acara dimulai dengan membaca doa lalu secara bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Bukit Batu.
Materi tematik disampaikan oleh narasumber yang merupakan Widyaiswara Provinsi Riau. Disampaikan bahwa Biosaka merupakan hasil ekstrak berbagai jenis rumput alami. Sumber bahan organik rerumputan tersebut beradaptasi dan tumbuh di sekitar areal pertanaman. Belum ada hasil penelitian resmi, tapi sudah ada yang memanfaatkan Biosaka sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) bagi tanaman. Biosaka diklaim mampu menjadikan tanaman subur, juga mencegah serangan hama dan penyakit. Cara membuatnya dari rerumputan segar minimal 5 jenis, tidak terlihat adanya tanda serangan hama dan penyakit. Pemilihan bahan diutamakan untuk rerumputan di sekitar tanaman itu sendiri. Proses pembuatan Biosaka dengan cara mengepal kelima jenis rerumputan di dalam air.
Pada kesempatan kedua, Pemateri menyampaikan proses pembuatan pestisida nabati, berbahan dasar buah mengkudu, bawang putih dan tembakau. Pemilihan bahan-bahan tersebut sebab gampang dijumpai di lingkungan sekitar. Cara membuatnya terlebih dahulu buah mengkudu dan bawang putih dipotong-potong, kemudian ditambah air lalu diblender. Selanjutnya, beserta bahan lainnya yaitu tembakau kemudian disaring, diencerkan, dan siap diaplikasikan pada tanaman.
Pestisida buah mengkudu diklaim dapat mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Aromanya menolak kehadiran serangga karena bau yang menyengat, mencegah serangga memakan tanaman. Serangga bila memakannya bisa mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh, hingga menghambat reproduksi serangga. Klaim lainnya pestisida mengkudu bisa mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri. Kabarnya pestisida nabati tidak meracuni tanaman, maka aman bagi manusia dan lingkungan.
Di sela praktek membuat biosaka dan pestisida nabati menggunakan blender dan jerigen air, pemateri berharap,
“Semoga ilmu dan praktek yang diterima selama pelatihan tematik bisa diterapkan di lahan pertanian masing-masing. Jangan lupa menyampaikan ke anggota kelompok tani lainnya, sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang.” Tutupnya.



Posting Komentar