Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu, menghadiri pembukaan kegiatan PPHT. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu adalah kepanjangan dari PPHT. Kegiatan tersebut merupakan ajang pembinaan bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). PPHT adalah bentuk pendidikan non formal yang dirancang berdasarkan pendekatan orang dewasa. Hal tersebut sesuai dengan kondisi petani, sebagai pola pendekatan diskusi dua arah. Pelatihan PPHT dilakukan secara partisipatoris, melibatkan anggota kelompok tani sebagai pelaku perubahan. Teknis mengendalikan hama secara terpadu, menggunakan bahan organik serta musuh alami hama, merupakan cara bertani yang dianjurkan dalam PPHT. Ada pun komoditi yang diusahakan Gapoktan Berkat Sri Bakti yaitu tanaman padi.
Pembukaan PPH dimulai padi pukul 09:00 WIB, tampak hadir pegawai dari Dinas TPHP, Kepala UPT BPP, Petugas POPT, serta Penyuluh Pertanian Desa Bukit Batu. Turut hadir ketua dan pengurus Gapoktan, bersama anggota yang telah terpilih mengikuti PPHT di Desa Bukit Batu. Ada pun pengelola kegiatan PPHT dari Bidang TPH, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Kabupaten Bengkalis. Pemateri dari Petugas POPT yaitu Ciptadi, SP dan Sunardi.
Umumnya pada kegiatan PPHT, setiap peserta secara rutin melakukan pengamatan pada tanaman padi. Salah satu materi dalam PPHT tersebut pembuatan Biosaka, adalah hasil ekstrak berbagai jenis rerumputan alami. Sumber bahan organik biosaka tumbuh di sekitar area persawahan. Biosaka menurut sebagian ahli adakah elisitor, dapat meningkatkan kinerja sel-sel tanaman agar tumbuh dengan subur.
Pembuatan Biosaka cenderung mudah, sebaiknya memilih bahan dengan tepat. Rerumputan segar minimal 5 jenis, tidak terlihat adanya tanda serangan hama dan penyakit. Pemilihan bahan diutamakan untuk rerumputan di sekitar tanaman itu sendiri.
Proses pembuatan Biosaka dengan cara mengepal kelima jenis rerumputan di dalam air. Takaran air beberapa liter dengan lama pengepalan 30 menit. Sebaiknya tidak mengangkat tangan, berhenti, atau berganti orang selama proses pembuatan Biosaka. Terus direndam dan dikepal sampai larutan tercampur homogen. Aplikasi di lahan pertanian yaitu dengan penyemprotan pada waktu dan cara yang tepat, dengan melarutkan Biosaka pada air bersih.
Kepala UPT BPP Bukit Batu, Ibu Zuldayanti, berharap kepada peserta kegiatan PPHT bisa mengikuti program tersebut dengan baik. Hal tersebut agar kelompok tani dapat mengendalikan hama secara benar, sesuai anjuran pemerintah. Disampaikan bahwa BPP Bukit Batu terus bekerja mendampingi petani, berupaya mengendalikan hama tanaman padi. Diharapkan kehadiran PPHT bisa mencegah timbulnya kerugian akibat serangan hama, juga menjadi pemantik kesadaran agar lingkungan persawahan tetap lestari.
“Kami dari BPP terus bekerja mendampingi petani, berupaya mengendalikan hama tanaman padi. Hadirnya PPHT semoga mencegah timbulnya kerugian akibat serangan hama, juga menjadi pemantik kesadaran agar lingkungan persawahan tetap lestari. Hal tersebut penting bagi upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian.” Tandasnya.



Posting Komentar