Telekonferensi Pupuk Organik Jerami


Limbah Jerami merupakan produk sampingan usaha pertanian berupa tangkai dan batang tanaman serealia yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan. Limbah tersebut meliputi limbah padat.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menyampaikan bahwa dengan pemupukan urea yang berlebihan maka tanah menjadi tandus. Begitu juga dengan pestisida memiliki efek racun, bukan hanya hama yang mati tapi mikroba penyubur tanah akan mati juga.

“Mari gencarkan pertanian ramah lingkungan, bertani dengan mencintai bumi, caranya gunakan pupuk hayati, organik dan juga pembenah tanah,” ujarnya secara virtual dari Ruang AOR BPPSDMP.

Narasumber Ngobras Penyuluh, berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Koordinator BPP Batang Asam, Hariyanto Hasibuan. Dia mengatakan bahwa latar belakang pembuatan pupuk organik dari limbah jerami, karena sebagian lahan pertanian belum begitu subur. Pemakaian pupuk kimia secara terus menerus dianggapnya kurang baik untuk tanah. Salah satu solusinya dengan pembuatan pupuk organik padat dari bahan baku jerami.

Teknis singkat pembuatan pupuk jerami padat dimulai dari pemilahan bahan baku, pengecilan ukuran dilanjutkan dengan penyusunan tumpukan. Lalu dilakukan fermentasi, pembalikan, penyiraman, pematangan dan penyaringan. Terakhir pengemasan dan penyimpanan.

Ditambahkan bahwa pengaplikasian pupuk organik dengan ditaburkan di atas permukaan tanah. Bisa juga diberikan pada saat pengolahan lahan, dengan dicampur dengan media tanam lainnya. Bagi tanah persemaian atau pengisian lubang tanam, tekniknya dengan pupuk dipendam sepanjang larikan atau disekeliling tanaman.

“Pembuatan pupuk organik jerami sangatlah mudah dan berbiaya murah. Kita ikut mengurangi polusi dan mengembalikan prinsip bertani dari alam kembali ke alam.” tandasnya.

Posting Komentar