Mahasiswa Magang di BPP Bukit Batu


“Magang di Balai Penyuluhan Pertanian diharapkan mahasiswa mengetahui tugas dan fungsi penyuluhan serta dinamika kelompok tani di lapangan. Penyuluh pertanian di BPP Kecamatan Bukit Batu berjumlah enam orang, mereka membina 70 kelompok tani yang tersebar di desa-desa.”

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Ibu Zuldayanti, S.Pt. mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya pada saat menerima satu orang mahasiswa, peserta magang dari Pekanbaru. Ada pun Kantor UPT BPP Bukit Batu berada di Kompleks Gedung Perkantoran Pemerintah, Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu.

Disampaikan bahwa mahasiswa bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan dalam bidang penyuluhan pertanian. Mereka mengikuti aktifitas konsultasi petani di BPP, turun ke lapangan mengambil data, serta berdiskusi dengan kelompok tani. Ada pun peserta magang adalah mahasiswi semester enam di jurusan Agroteknologi.

“Mahasiswa sebaiknya mendalami sendiri fungsi BPP sebagai sumber informasi, penyebaran teknologi pertanian, dan pembinaan usaha pertanian.” Jelas Kepala BPP.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Desa Bukit Batu dan Desa Sukajadi merupakan pusat pertanian padi, sedangkan budidaya tanaman sayuran tersebar di Desa Dompas, Sungai Selari, serta Batang Duku. BPP Bukit Batu senantiasa membina kelompok tani dalam upaya meningkatkan produksi tanaman pangan. Sekarang ini PPL memaksimalkan keberadaan jaringan internet agar penyuluhan digital dapat menjangkau kelompok tani secara efektif dan efisien.

Tiba hari mahasiswa magang turun langsung ke lapangan, dipilih Desa Sukajadi sebagai lokasi praktek kerja. Dibimbing oleh PPL, mereka melakukan pengukuran pH tanah di Lokasi Sawah. Pengukuran tersebut juga diikuti Petugas POPT, Kecamatan Bukit Batu. Pelaksanaan pengukuran dilakukan di lahan milik anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Berkat Yakin. Penyuluh pertanian menyatakan bahwa saat ini Gapoktan Desa Sukajadi dipimpin oleh Bapak Abu Razak. Mereka bersama menjelajahi lahan tanam padi untuk menentukan area pengukuran pH tanah.

Sebagaimana yang telah lazim dipelajari didunia akademik, bahwa ukuran pH berada pada kisaran angka nol sampai 14. Tanah dengan pH 0-7 bersifat asam, sedangkan pH 7-14 bersifat basa. Tanaman pada umumnya mampu menyerap optimal unsur hara dalam tanah pada kondisi pH netral, yakni di angka tujuh. Tanah dengan pH terlalu rendah ataupun terlalu tinggi akan mempersulit tanaman menyerap unsur hara.

Pengukuran pH yang dilakukan pada siang hari, Pukul 11:23 WIB, mahasiswa magang diajarkan cara menggunakan alat ukur pH tanah. Dia mengukur pH tanah dengan memasukkan ujung alat pH meter pada tanah sawah. Hasil pengukuran langsung muncul dalam bentuk angka. Di lahan sawah tersebut, menunjukan angka 6,1 berarti tanah bersifat asam. Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi bersama petani di saung dekat sawah. Mufakat bahwa diperlukan pengolahan tanah sawah, dengan menambahkan kapur pertanian dan bahan organik, agar pH tanah menjadi ideal untuk menanam padi.

Posting Komentar