Kementerian Pertanian RI telah mencanangkan program percepatan perkembangan populasi ternak di seluruh Indonesia. Program tersebut disebut Sikomandan, akronim dari Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri. Kegiatan tersebut merupakan upaya memperbanyak ternak sapi dan kerbau guna memenuhi kebutuhan daging nasional.
Perkawinan ternak secara alami telah mengalami pergeseran dan perubahan dengan kemajuan teknologi melalui Inseminasi Buatan (IB) atau dikenal dengan sebutan kawin suntik. Inseminasi Buatan (IB) adalah proses memasukkan semen beku yang telah dicairkan yang berasal dari ternak jantan unggul ke dalam saluran alat reproduksi betina. Diharapkan metode ini mampu menghasilkan banyak anak sapi serta meningkatkan mutu genetik pedetnya.
UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menerima Straw atau semen beku dalam nitrogen cair. Kepala UPT BPP Bukit Batu, Ibu Zuldayanti, S.Pt menandatangani langsung berita acara penerimaan bantuan tersebut. Pendistribusian semen beku oleh UPT Inseminasi Buatan Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi Riau. Aplikasi lapangan nantinya oleh Tim Inseminator Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Bukit Batu.
Straw atau semen beku adalah semen yang berasal dari pejantan unggul yang sehat, bebas dari penyakit hewan menular. Wadahnya berupa nitrogen cair, yaitu nitrogen dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah, bentuk fisik bening, tidak berwarna dan tidak berbau. Nitrogen cair berguna untuk menjaga kualitas straw agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
Program persediaan straw semen beku di UPT BPP Bukit Batu diharapkan memenuhi kebutuhan peternak akan bibit sapi unggul. Peningkatan populasi sapi dan kerbau membuka asa keberhasilan program Sikomandan, swasembada daging nasional, hingga akhirnya tercapai kesejahteraan peternak. Hal tersebut dapat dicapai melalui penyediaan straw Semen beku yang cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya.
“Kami telah mengarahkan agar petugas Inseminator lapangan di Puskeswan Bukit Batu supaya bekerja sesuai petunjuk teknis pemerintah. Saat ini teknologi inseminasi sudah semakin canggih. Peternak bisa memilih hasil kawin suntik, mau pilih anak sapi jantan atau betina sesuai kebutuhan. Hal tersebut akan dicoba pada 50 sapi indukan di Kecamatan Bukit Batu.” Tandasnya.



Posting Komentar