Antisipasi penyebaran penyakit serta menjaga keamanan daging kurban, UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Puskeswan Kecamatan Bukit Batu, melakukan pemeriksaan saat penyembelihan hewan kurban. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha di Kecamatan Bukit Batu. Tim yang berada di lapangan berjumlah lima orang, termasuk Kepala UPT BPP, Ibu Zuldayanti, S.Pt. Agenda pemeriksaan pemotongan hewan kurban tahun ini dimulai setelah shalat Ied. Tim bertemu di Kantor Camat, langsung melakukan pemeriksaan pada dua ekor sapi kurban. Pengecekan berjalan cepat berkat kecekatan dan pengalaman, Tim sudah rutin memeriksa hewan kurban setiap tahun.
Pukul 09:30 Pagi, pasukan lima bergerak menuju Masjid Al-Huda Kampung Gawar-gawar. Jumlah sapi serta kambing di lokasi ini salah satu yang terbanyak, lebih dari 20 ekor. Pada tahap penyembelihan sapi, Tim mengawasi proses mengikat dan merobohkan hewan. Proses penyembelihan diperhatikan agar tetap memenuhi kesejahteraan hewan.
Dokter Hewan Bukit Batu, Drh. Eddy Nuryanto tampak memeriksa ternak sapi yang sudah disembelih. Pemeriksaan Post Mortem yang meliputi kondisi daging, tulang dan organ dalam. Pemeriksaan organ dalam terutama hati, senantiasa diteliti lebih seksama. Dokter Eddy mengambil pisau tajam, mengiris hati sapi, sesekali membolak balikkan organ tersebut.
“Kita sedang mengamati hati sapi guna mencari sejenis cacing. Kalau diiris begini, dari dalam hati akan keluar cacing, terlihat bergerak-gerak. Tanda hati sapi ada cacing di dalamnya, yaitu bagian luar menetes nanah.” Kata Pak dokter.
“Bila jumpa hati sapi yang ada cacing, biasanya jumlahnya banyak dan menyebar. Telur cacing juga memencar di seluruh bagian hati sapi. Bila dimasak, masih ada cacing dan telur di dalam hati tersebut, sama sekali tidak mati. Inilah yang dikhawatirkan bisa menjangkit pada manusia.” Jelasnya.
“Maka pemeriksaan ini penting dilakukan, salah satunya agar masyarakat tidak memakan hati sapi yang terinfeksi cacing.” Imbuhnya.
Tim melanjutkan perjalanan ke Banyak Mesjid dan Lokasi pemotongan hewan kurban. Paling akhir adalah di Mesjid Al Mukaromah, Kompleks Pertamina, Sungai Pakning.
Pada lokasi ini ditemukan cacing hati pada seekor sapi kurban. Terlihat cacing hati yang bentuknya pipih, warnanya hitam kemerahan. Disampaikan bahwa jenis cacing ini menyerang organ hati, tapi tidak sampai menjangkit ke daging sapi. Hanya telur cacing yang dikhawatirkan menempel di daging yang bercampur dengan hati sapi. Maka bagian hati yang terjangkit cacing, tidak disarankan untuk dikonsumsi. Sedangkan daging, tulang dan organ lainnya pada sapi yang sama, aman untuk dinikmati saat lebaran.
Informasi dari panitia mesjid Pertamina Sungai Pakning, bahwa kurban Tahun 2023 berjumlah 9 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Dikatakan bahwa daging kurban akan dibagikan ke masyarakat sekitar lokasi pabrik pengolahan minyak, daerah yang menjadi binaan Pertamina. Selain di Kelurahan Sungai Pakning, daging kurban juga akan dibawa ke Desa Tanjung Belit, Kecamatan Siak Kecil.
Akhir perjalanan pun tiba, wajah-wajah letih tidak bisa disembunyi. Tim lima Bukit Batu merampungkan tugasnya. Kerja di Hari lebaran terbayarkan dengan kesimpulan apik. Mayoritas daging kurban di Kecamatan Bukit Batu aman dikonsumsi.



Posting Komentar