Sore mendung dengan awan menggumpal di Langit Selatan. Saya sedang berada di Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu. Tepatnya di Kebun Talas Ibu Pao. Pekerjaannya sebenarnya seorang pedagang, menjual kebutuhan harian di Kedai kayunya. Rumahnya di RT 5 RW 1 Dusun Suka Ramai. Antara rumah, kedai dan kebun talas, letaknya berdekatan.
Sepengetahuan saya, talas merupakan tanaman pangan yang dimakan umbinya. Talas berbatang tegak, tingginya bisa semeter atau lebih. Umbi talas dapat mencapai berat tiga kilogram. Bentuk umbi bulat, berwarna coklat, bisa tumbuh sampai diameter 30 cm. Talas mempunyai nilai ekonomi pada umbinya. Daun, pelepah dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Saya pun masuk ke Kebun Bu Pao, ukurannya cukup luas, padahal berada di pemukiman penduduk. Biasanya tanah seluas ini sudah tumbuh rumah atau ruko di atasnya. Saya melihat daun talas berwarna hijau muda, berbentuk seperti perisai hati. Batang talas sepanjang 40 cm menyanggah lembaran daun talas berdiameter 20 cm.
Disampaikan bahwa bibit talas yang sedang ditanam ini, diperoleh dari anakan pertanaman sebelumnya. Bibitnya disimpan di tempat yang lembap, sembari mengolah lahan dengan cangkul. Tanah digemburkan, dicampur pupuk kandang kemudian dibuat bedengan. Penanaman bibit talas dengan memasukkan ke lubang tanam, lalu ditimbun tanah agar berdiri tegak.
Perawatan kebun talas dengan menyiangi rumput dan menyirami air bila musim kemarau tiba. Panen talas dilakukan setelah tanaman berumur sembilan bulan. Cara panen dengan menggali umbi talas, lalu mencabut bersama batangnya. Pelepahnya di potong dari pangkal umbi. Akar serabut dibuang. Terakhir umbi talas dibersihkan dari tanah yang melekat.
Puas bercerita saya pulang. Sepanjang jalan balik, warga mulai bersiap ke mesjid. Magrib sekejap lagi tiba. Sayup-sayup “Wassalatu Wassalamu Alaik” terdengar dari kejauhan.
Saya kadang membaca berita pertemuan dan pelatihan pertanian, diadakan dalam skala kecil maupun besar. Kalau dalam benak bertanya adakah faedahnya, mungkin terkesan pesimistis. Padahal ada warga bertani dengan optimis, kebun penuh tanaman pangan. Di bagian depan tumbuh umbi talas, di belakang ubi kayu siap panen. Itu semua mandiri.



Posting Komentar