Keheningan alam pecah di tengah gemuruh air terjun berjatuhan dari Tebing Harau. Semilir angin menerpa buliran padi di Area bimbingan teknis (Bimtek) pertanian Penas XVI, Padang, Sumatera Barat. Pada lahan demonstrasi plot (Demplot) tersebut ada beberapa tanaman yaitu padi, jagung dan hortikultura. Demplot tanaman padi mengangkat tema budidaya padi zero waste plus biosaka, budidaya efisien dan produktif ramah lingkungan. Bimtek jagung mengambil pusat kajian pada teknologi jagung multi tongkol. Ada pun Bimtek hortikultura menjadikan teknologi smart green house sebagai metode pertanian masa depan tinggi produktivitas.
Penas adalah gelaran pekan nasional petani nelayan seluruh Indonesia, merupakan salah satu sarana edukasi petani yang berisi inovasi terbaru dan unggulan. Pada lokasi Demplot sawah tersebut, ditanam varietas unggul Inpari Gemah. Tampak padi tumbuh subur dengan bulir gabah penuh memadati malai. Padi Inpari Gemah merupakan padi pera produktivitas tinggi. Tumbuh maksimal pada lahan sawah irigasi, juga adaptif pada lahan tadah hujan.
Pada Penas ke-16 Tahun 2023 ini, ditampilkan budidaya padi zero waste pada lahan marginal dengan menggunakan Biosaka. Aplikasi tersebut sebagai elisitor yang mendukung efisiensi metabolisme tanaman. Efeknya diklaim dapat menjadikan tanaman tumbuh dan berkembang secara optimal dengan input minimal.
Disampaikan bahwa lahan yang digunakan pada budidaya padi zero waste adalah lahan rawa bukaan baru dengan karakteristik sangat masam (pH 4,5). Jenis tanah dominan berpasir dan mengandung banyak pirit yang sangat beracun bagi tanaman. Kondisi tanah tergolong sangat marginal sehingga penyiapan lahan hanya dapat dilakukan secara minimal. Kunci pengelolaan melalui pengaturan pengairan dan pemupukan organik. Aplikasi pupuk terdiri atas kompos limbah jerami, pupuk kandang serta Biosaka. Sistem jajar legowo 2:1 dipilih sebagai pola tanam ideal.
Beralih pada bimbingan teknis inovasi komoditas tanaman jagung multi tongkol. Bimtek di Saung Petani Serealia, peserta berasal dari petani Sumatera Utara, petani Kalsel, petani Riau, petani Kalbar, petani Gorontalo, petani Aceh, petani Sumbar.
Dijelaskan bahwa jagung multi tongkol merupakan suatu teknologi budidaya jagung yang menghasilkan lebih dari 1 tongkol pada 1 batang tanaman jagung. Teknologi ini memanfaatkan aktivitas biomikroba dan segregasi hormon tumbuh. Diklaim bahwa keuntungan jagung bertongkol banyak adalah meningkatkan hasil panen dan efisiensi dalam bertani. Kuncinya pemupukan pada tanaman, menunjang pertumbuhan vegetatif dan generatif, memberi nutrisi agar dapat menghasilkan lebih dari dua tongkol. Menghasilkan lebih dari dua tongkol perlu adanya perlakuan khusus menggunakan pupuk hayati dan hormon.
Terakhir ada juga gelar teknologi smart green house, pada lahan percontohan berukuran 384 meter persegi. Area tersebut ditanami Hortikultura berupa aneka sayuran dan buah. Salah satu komoditi yang menarik perhatian yaitu pada tanaman melon, buah tampak sangat besar dan berat. Salah satu melon langsung dipanen dan dibelah, bagian dalam telihat daging buah segar merekah. Diklaim berat melon tersebut bisa mencapai 1,5 Kg per buah. Teknologi smart green house memodifikasi iklim mikro dengan penerapan teknologi berupa sensor dan otomatisasi pada budidaya tanaman. Ini adalah salah satu teknologi masa depan agar pangan lokal Indonesia lebih mandiri. Kondisi ekstrem cuaca tidak lagi menjadi kendala tanam. Salah satu kendala teknologi ini yaitu membutuhkan dana yang sangat besar.
Gelaran Bimtek atau bimbingan teknis teknologi pertanian di Penas XVI, merupakan acara terfavorit saya. Kegiatan ini menjadi ajang para akademisi keluar dari puncak menara gading ilmu pengetahuan, guna berjibaku dilahan praktek sebenarnya. Di lahan percontohan, berpadu ilmu yang dipelajari di ruang kelas dan laboratorium, dengan realita kondisi lapangan dan alam yang tidak terprediksi. Ibaratnya ada benturan ilmu pengetahuan pada kondisi terkontroil dengan alam liar, hingga menimbulkan kesimpulan baru sesuai spesifik lokalita. Pekan nasional benar-benar menyatukan pemerintah, akademisi, petani, nelayan, hingga penyuluh pertanian di satu tempat secara bersama. Cita-cita pun terpancang upaya perjuangan pembangunan pertanian mengarah pada satu titik keberhasilan swasembada pangan.



Posting Komentar