Petani di Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu melakukan panen cabai merah. Petani tersebut tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Maju Bersama, dengan Ketua Pak Suryanto. Harga jual cabai merah keriting saat ini mencapai Rp 70.000/Kg. Harga tersebut, diprediksi masih akan naik sampai Idul Adha mendatang.
Ditemui di lahan pertanian cabainya, Pak Suryanto mengatakan, biasanya kenaikan harga cabai terjadi secara bertahap, mulai dari harga Rp 70.000 bisa sampai menjadi Rp 100.000/Kg.
"Kenaikan harga cabai biasanya bertahap, maka budidaya juga sebaiknya tidak serentak. Lahan petani di masing-masing tempat sebaiknya menyesuaikan jadwal tanam, agar tidak bersamaan. Hal tersebut juga menjaga pasokan cabai lokal tetap ada di pasaran. Harga panen cabai merah musim tanam ini cukup bagus." Katanya Pak Suryanto.
Pak Suryanto menjelaskan, saat ini sedang panen cabai merah di lahan seluas seperempat hektar. Total tanaman cabai yang ditanamnya sebanyak 4.000 batang. Dia sudah mampu memperoleh hasil panen 500 Kg, tentu saja panen dilakukan secara bertahap. Satu batang pohon cabai merah bisa dipanen beberapa kali, tergantung perawatan tanaman. Hasil panen yang paling bagus bisa diperoleh ketika sudah panen cabai merah beberapa kali.
Pak Suryanto menyatakan bahwa cuaca dan curah hujan mempengaruhi hasil panen cabai. Perlu ada pengamatan, prediksi dan perawatan tanaman yang baik agar hasil panen bisa maksimal.
Adapun menurut pengalaman Pak Suryanto, kendala hama bagi petani cabai merah di Poktan Maju Bersama yakni hama lalat buah. Dikatakan bahwa Penyuluh Pertanian Lapangan senantiasa mendampingi dalam mengendalikan hama tanaman cabai. Penyuluh telah mengajarkan cara membuat perangkap lalat buah yang efektif mengatasi hama.
“Penyuluh pertanian sigap mendampingi pembuatan perangkap lalat buah untuk mengendalikan hama pengganggu tanaman. Petani pun bisa merasakan hasil panen yang melimpah.” Pungkasnya.



Posting Komentar