Penangkar Padi Menghasilkan Benih dan Beras Berkualitas


Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP), Kecamatan Bukit Batu telah mengadakan ubinan guna menghitung tingkat produktivitas penangkar padi masa tanam (MT) 2022-2023. Diperoleh data luas penangkar padi di Desa Bukit Batu, yaitu 10 Ha. Adapun jenis padi yang diubin adalah varietas Batang Piaman, Bantuan dari dana APBN yang disalurkan oleh satuan tingkat provinsi.

Pelaksana pengukuran tersebut dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, Andy Simarmata, SP dan Asrol Fahmi, A.Md. Cara mengambil ubinan pada petak sawah dengan plot ubinan seluas 2,5 m x 2,5 m untuk mengetahui produktivitas padi yang dihasilkan. Hasil ubinan jika dikonversi menghasilkan produktivitas sebesar 5,5 ton GKP (gabah kering panen) per hektar. Dari hasil pengukuran tersebut, terjadi peningkatan produktivitas penangkaran padi di Desa Bukit Batu dibandingkan tahun yang lalu. Hasil ubinan tahun lalu yaitu 4,5 Ton/Ha menjadi 5,5 Ton/Ha tahun ini.

Penyuluh pertanian Andy Simarmata adalah PPL yang mendampingi Gabungan Kelompok Tani Berkat Sri Bakti. Pak Andy menyatakan bahwa area penangkar padi sudah memasuki waktu panen. Bulir tanaman padi sudah matang, hingga dilakukan kegiatan panen dan mengukur ubinan padi. Dikatakan bahwa penyuluh pertanian senantiasa berada di lapangan mengawal pelaksanaan kegiatan Penangkaran Padi di Desa Bukit Batu.

Sementara itu Ketua Gapoktan, Pak Rozali mengatakan bahwa kegiatan penangkaran padi yang sedang berlangsung tersebut merupakan kelanjutan program tahun sebelumnya. Pemerintah menaruh kepercayaan pada Gapoktan Desa Bukit Batu mengadakan kegiatan penangkaran padi. Menurunya, Gapoktan Berkat Sri bakti berhasil memproduksi benih padi yang berkualitas. Pak Rozali mencoba menggiling gabahnya, beras yang dihasilkan sangat baik.

“Mutu beras sangat bagus, berkualitas dengan jumlah panen yang sangat banyak. Alhamdulillah.” Ungkapnya bersyukur.

Menurut Pak Rozali, Ketua Gabungan Kelompok Tani ‘Berkat Sri Bakti’, hasil panen tersebut sangat memuaskan. Disampaikan bahwa untuk memperoleh produksi padi yang maksimal, perlu ditunjang adanya sistem pengairan irigasi, sehingga bisa mengontrol ketersediaan air.

“Petani di Desa Bukit Batu membutuhkan irigasi, untuk mengairi lahan sawah. Pintu air irigasi bisa mengatur keluar dan masuknya air dari persawahan. Idealnya pada saat musim penghujan tidak mengalami kebanjiran, dan saat musim kemarau petani tidak kekurangan air. Pada kondisi seperti itulah produktivitas tanaman padi bisa optimal.” Pungkas Ketua Gapoktan.

Posting Komentar