Kekuatan Penyuluhan Pertanian Online

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti Pertemuan Rutin BPP. Rapat berkala tersebut mendiskusikan mengenai Kekuatan Penyuluhan Pertanian Online. Pertemuan yang diadakan setiap bulan itu, dihadiri oleh Kepala UPT-BPP Bukit Batu, Ibu Zuldayanti, S.Pt beserta seluruh Penyuluhnya. Curah pendapat dilaksanakan di Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Berikut ini catatan dari Pertemuan Rutin BPP mengenai Kekuatan Penyuluhan Pertanian Online.

Penyuluh pertanian merupakan salah satu pilar dalam pembangunan pertanian. Peran penyuluh menjembatani peralihan metode pertanian tradisional ke modern. Penyuluh berusaha mengubah perilaku, sikap dan keterampilan kelompok tani agar mau menjalankan metode tani sesuai anjuran pemerintah.

Penyuluhan pertanian memerlukan teknologi informasi modern untuk menjangkau lebih banyak sasaran penyuluhan. Internet menjadi keniscayaan dalam menjalankan proses penyuluhan. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat luas sebagian telah menggunakan telepon pintar. Informasi begitu mudah dan cepat diperoleh. Transformasi era baru penyuluhan pertanian memerlukan penguasaan teknologi informasi yang berbasis digital. Penyuluh sebaiknya memanfaatkan jaringan website agar dapat melaksanakan fungsinya dengan efektif dan efisien.

Web, website, blog, menjadi salah satu wadah digital yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyediakan website penyuluhan pertanian seluruh Indonesia. Penyuluh pertanian memilki akses dan kemampuan dalam mengelola informasi, menulis artikel, dan membuat berita penyuluhan pada situs Cyber Extension.

BPP Kecamatan Bukit Batu memiliki website atau blog yang dikelola sendiri, sementara ini masih bersifat swadaya tanpa afiliasi pemerintah. Siber penyuluhan tersebut telah berjalan sejak Tahun 2019, memuat artikel mengenai kegiatan penyuluhan pertanian di lingkup Kecamatan Bukit Batu. Ejen PPL mengharapkan Siber BPP menjadi pusat media digital, membuat bahasa pertanian lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Dalam membuka kegiatan ini, Kepala BPP dalam arahannya memberi semangat penyuluh agar siap menghadapi tantangan kemajuan perubahan teknologi dan informasi. Penyuluhan pertanian berkembang seiring dengan tuntutan zaman, setiap PPL mesti bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab yang berbasis online dan digital. Pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan seperti pemenuhan angka kredit penyuluh, memfasilitasi bakat dan keterampilan menulis, juga memenuhi pelaporan kinerja penyuluh dalam aplikasi e-pusluh.

“Semoga terwujud pemahaman PPL terhadap pemanfaatan media penyuluhan pertanian digital. Mari tumbuhkan minat dan semangat dalam membuat tulisan penyuluhan pertanian online.” Tutupnya.

Posting Komentar