Ubinan merupakan survei yang bertujuan untuk mengetahui produktvitas (hasil per hektar) tanaman. Bila dibutuhkan, ubinan juga mencakup data pendukung lainya seperti data lahan, jenis dan banyaknya benih, cara penanaman, penanggulangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penggunaan pupuk dan pestisida, teknik pemanenan, serta informasi kualitatif lainnya terkait dengan produktivitas.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP), Kecamatan Bukit Batu mengadakan ubinan guna menghitung tingkat produktivitas penangkar padi masa tanam (MT) 2022-2023. kegiatan tersebut bertajuk “Pengambilan data ubinan penangkar padi, di Desa Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis”. Adapun jenis padi yang diubin adalah varietas Batang Piaman, Bantuan dari dana APBN yang disalurkan oleh satuan tingkat provinsi.
Kegiatan ubinan berlangsung pada pukul 10:00 WIB mengambil tempat di Lahan Pertanian Padi Desa Bukit Batu. Berkenan hadir pada kegiatan tersebut, Kepala UPT-BPP Kecamatan Bukit Batu, PPL Desa Bukit Batu dan Penyuluh Pertanian Desa Sukajadi. Ikut serta membantu pengambilan data ubinan yaitu Ketua Gapoktan, Ketua, Pengurus serta Anggota Kelompok Tani.
Produksi tanaman padi diperoleh dengan cara mengkalikan luas panen dengan produktivitas. Luas panen diperoleh dari pengumpulan data yang dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan sedangkan produktivitas diperoleh dari rata rata hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian. Pada petak sawah, dipilih satu plot berukuran 2,5 m x 2,5 m. Pada plot tersebut dilakukan kegiatan ubinan padi.
Pelaksanaan pengukuran tersebut dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, Andy Simarmata, SP dan Asrol Fahmi, A.Md. Diperoleh data luas penangkar padi di Desa Bukit Batu, yaitu 10 Ha. Pengukuran membutuhkan waktu satu jam, bisa dihitung angka produktivitasnya. Lahan pertama yang diubin adalah milik Pak Rozali, Ketua Gabungan Kelompok Tani ‘Berkat Sri Bakti’. Diperoleh angka produktivitas padi 5,12 Ton/Ha. Petak sawah kedua yang diukur milik Pak Zukiran, anggota Gapoktan Desa Bukit Batu. Didapatkan hasil berupa produktivitas padi sebesar 5,9 Ton/Ha. Dari dua plot pengukuran tersebut, diperoleh rata-rata produktivitas padi penangkar yaitu 5,5 Ton/Ha. Dari hasil pengukuran tersebut, terjadi peningkatan produktivitas penangkaran padi di Desa Bukit Batu dibandingkan tahun yang lalu. Hasil ubinan tahun lalu yaitu 4,5 Ton/Ha menjadi 5,5 Ton/Ha tahun ini.
Menurut Pak Rozali, Ketua Gabungan Kelompok Tani ‘Berkat Sri Bakti’, hasil panen tersebut sangat memuaskan. Disampaikan bahwa untuk memperoleh produksi padi yang maksimal, perlu ditunjang adanya sistem pengairan irigasi, sehingga bisa mengontrol ketersediaan air.
“Petani di Desa Bukit Batu membutuhkan irigasi, untuk mengairi lahan sawah. Pintu air irigasi bisa mengatur keluar dan masuknya air dari persawahan. Idealnya pada saat musim penghujan tidak mengalami kebanjiran, dan saat musim kemarau petani tidak kekurangan air. Pada kondisi seperti itulah produktivitas tanaman padi bisa optimal.” Pungkas Pak Rozali yang juga berperan sebagai penyuluh pertanian swadaya.



Posting Komentar