Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP), Kecamatan Bukit Batu, mengikuti Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2023. Rapat secara online tersebut berlangsung di Jakarta, sedangkan telekonferensi dilakukan di Kantor BPP Bukit Batu. Pada data live tercatat jumlah peserta yang hadir di lokasi pertemuan di Jakarta, jumlah peserta 173 orang. Terdiri dari unsur Kepala Dinas yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan pertanian di Provinsi dan Kabupaten beserta jajarannya, Kepala UPT pelatihan dan pendidikan lingkup BPPSDMP, Pengelola proyek SIMURP dan IPDMIP, Pengurus KWT dan KEP di lokasi IPDMIP dan SIMURP. Tema acara adalah “Penyuluhan Pertanian siap mendukung program pembangunan pertanian melalui Genta Organik”.
Melalui media online nasional, diberitakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) terus mensosialisasikan Gerakan Pertanian pro organik (Genta Organik). Pertanian organik dianggap sangat penting untuk membuat tanah tetap sehat dan produksi pertanian bisa meningkat.
Disampaikan media tersebut bahwa Menteri Pertanian menyatakan cara mengembalikan kesuburan tanah adalah menggunakan pupuk organik, terus mengurangi penggunaan pupuk kimia.
"Salah satu cara memperbaiki kesuburan tanah adalah beralih menggunakan pupuk organik, lalu mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan demikian, produksi pertanian bisa ditingkatkan dan pencemaran lingkungan bisa ditekan.” Ungkapnya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam sesi talk show lewat zoom ikut memberi materi. Dijelaskan bahwa pupuk organik bisa mengembalikan kesuburan tanah, jenisnya bisa pupuk kandang, pupuk hayati, cair organik, dan pupuk kompos.
"Pembenahan tanah bisa dilakukan melalui pemberian pupuk organik serta pupuk hayati, petani bisa membuat sendiri asal ada kemauan. Artinya, untuk menyuburkan tanah tidak ada alasan karena pupuk mahal kita diam. Proses penyuburan tanah, peningkatan produktivitas, dan produksi harus terus kita lakukan kalau kita tetap ingin eksis." Urainya.
Dijelaskan juga terkait Biosaka yang ramai diperbincangkan, bahwa Biosaka bisa menyehatkan tumbuhan tetapi bukan berarti bisa menggantikan kebutuhan pupuk tanaman.
"Menurut saya itu hal yang berbeda. Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kalau Biosaka mampu menggantikan pupuk untuk meningkatkan produksi pertanian. Ada pun pemberian pupuk kimia masih boleh digunakan, tapi dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang." Ujarnya.
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, pemateri talk show mengatakan konsep pemupukan berimbang selain menjaga kesehatan tanah, juga bisa meningkatkan produksi pertanian.
"Pengertian pemupukan berimbang itu bukan berarti memberi pupuk sama jumlahnya pupuk kimia, pupuk organik, pupuk hayati. Tetapi beri pupuk sesuai kebutuhan." Imbuhnya.
Talkshow yang digelar tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Gerakan Genta Organik juga semoga dapat dilaksanakan para stakeholder pertanian di setiap daerah.



Posting Komentar