Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman secara Organik


Judul : Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman secara Organik
Penulis : Ir. Pracaya
Peresensi : Ayah Shofiyah
Penerbit : Kanisius
Cetakan : 5, 2012
Tebal : 308 hlm
ISBN : 978-979-21-1771-4

Pertanian Organik Ramah Lingkungan adalah cara bercocok tanam yang menggunakan bahan dari alam, tidak mencemari atau meracuni tanah, tanaman, binatang dan manusia. Perlu dimaklumi bahwa sebagian cara bertani di Indonesia masih konvensional. Budidaya tanaman yang menggunakan bahan kimia sebagai penyubur tanaman maupun antibiotika. Peningkatan produksi pertanian sebagian masih ditunjang oleh bahan buatan pabrik. Pelan tapi pasti, penggunaan bahan tersebut bila pemakaiannya berlebihan, maka akan merusak lingkungan. Penyakit pada manusia bisa timbul bila zat kimia mengendap di dalam tubuh, seperti penyakit pernafasan, sakit organ dalam dan disfungsi pada tubuh.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, sebaiknya dilakukan saat awal mula bercocok tanam. Bila pengganggu tanaman berupa hewan, maka mengendalikan secara fisik. Memasang perangkap menjadi cara yang cukup efektif untuk hama serangga, sedangkan gropyokan bagus dilakukan untuk hama tikus. Adapula dengan cara memelihara predator hama tanaman seperti burung hantu sebagai pemangsa hama tikus. Memanfaatkan musuh alami bagi hama tanaman, maka petani tidak perlu menyemprot dengan bahan kimia dan umpan beracun yang berbahaya.

Buku ini dibagi dalam dua belas bab, pertama sampai bab ke delapan, menjelaskan mengenai jenis-jenis hama pengganggu tanaman. Mulai dari “Jenis-Jenis Hama Tanam Padi, Jagung, Umbi, Sayuran, hingga Nematoda”. Buku ini membahas mengenai jenis-jenis hama tanaman agar pembaca mengetahui morfologi, penyebaran, gejala serangan, daur hidup, agar paham cara mengendalikan hama secara spesifik. Para petani disarankan agar mengendalikan hama dengan bahan alami, ikut serta melestarikan lingkungan dan menjaga kesehatan manusia.

Bab kesembilan dengan judul “Jenis-jenis Tanaman Pengendali Hama dan Penyakit”. Bab ini membahas lengkap asal tanaman dan penyebaran, hama yang dikendalikan, kegunaan sampai cara pemakaian. Bahan-bahan yang bisa digunakan digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman berasal dari jenis tanaman tertentu. Bagian yang digunakan bisa daun, batang, kulit, akar, biji dan buahnya. Petani disarankan mengenal lingkungan hidup di sekitar tanaman, agar dapat memanfaatkan bahan organik yang tersedia spesifik lokalita.

Bab kesepuluh, “Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Organik secara Singkat”. Bagian ini mengulas tentang cara mengobati cabai yang daunnya kering, cara mengendalikan wereng, penggerek batang, ulat, kutu, keong, walang sangit, dan hama lainnya. Ada juga cara mengendalikan penyakit dengan fungisida alami. Penulis juga menyertakan jenis tanaman yang bisa mengendalikan cendawan atau jamur serta virus. Petani perlu informasi mengenai keadaan cuaca yang menyebabkan perkembangan hama dan penyakit, musim-musim perkembangan hama, serta musuh alami. Hal tersebut bisa membuat petani mempersiapkan langkah mengendalikan hama dan penyakit secara cepat dan tepat.

Bab kesebelas, “Bahan-Bahan Lain untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman”. Bab kedua terakhir ini membahas mengenai bahan lain yang bisa ditemui dan efektif bagi tanaman. Contoh yang diberikan yaitu umpan dan perangkap. Umpan adalah bahan makanan yang digunakan untuk menarik perhatian hama yang ingin ditangkap. Perangkap adalah alat yang dipakai untuk menagkap hama dengan diberi umpan. Misalnya perangkap lalat buah, diberi umpan berupa cairan eugenol. Perangkap serangga dengan lampu, menggunakan plastik transparan guna menangkap serangga yang meloncat dengan cepat. Disertakan juga cara menggunakan perangkap tikus lengkap dengan gambar dan cara membuatnya.

Bab kedua belas “Perlindungan Hasil Pertanian di Gudang Penyimpanan” merupakan bagian terakhir buku ini. Proses pasca panen berupa penyimpanan hasil pertanian di gudang mendapat porsi khusus di dalam buku ini. Dikatakan bahwa kerusakan hasil pertanian seperti gabah, beras, jagung, sayuran, dapat terjadi di dalam tempat penyimpanan. Disarankan oleh penulis agar petani memperkirakan waktu panen. Hal tersebut agar dilakukan tepat waktu, lebih aman dari serangan hama dan penyakit. Dibahas pula pemilihan letak gudang, kebersihan tempat penyimpanan, serta tanaman yang bisa mencegah dan mengendalikan organisme perusak hasil pertanian.

Posting Komentar