Praktek Langsung Membuat Perangkap Lalat Buah


Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Bukit Batu, Pak Sunardi melakukan praktek pembuatan perangkap lalat buah. Lokasi kursus singkat tersebut berlangsung di Rumah Pak Ari Gunawan, Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu. Pak Ari merupakan anggota kelompok tani (Poktan) bernama Mari Tani, sekretariat di RT 2 RW 1 Kampung Teluk Air. Poktan Mari Tani menanam cabai sebagai komoditi utama, tumpang sari dengan jagung, ubi kayu, kangkung dan terong. Petugas POPT bersama Penyuluh Pertanian setempat bekerja sama dalam mengendalikan serangan hama lalat buah pada tanaman cabai.

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman utama bagi sebagian petani. Harga cabai yang biasa melambung tinggi menjadi daya tarik bagi petani. Menurut sebagian orang, membudidayakan tanaman hortikultura ini tidaklah mudah. Petani cabai bisa mengalami kegagalan budidaya jika tidak mampu menyelesaikan siklus hidup tanaman cabai. Salah satu masalah penghambat adalah organisme pengganggu yang datang menyerang. Salah satu hama yang cukup sering menyebabkan kegagalan adalah lalat buah.

Gejala serangan ditandai pada buah cabai terdapat titik hitam bekas tusukan lalat buah untuk meletakkan telurnya, jika buah dibelah akan terlihat larva berwarna putih. Lalat buah memiliki siklus hidup singkat, namun putaran kehidupan dua minggu saja sudah bisa mengakibatkan kegagalan panen cabai. Lalat buah dewasa meletakkan telurnya di dalam buah. Pada waktu menetas, larva memakan daging buah, sehingga buah cabai rusak dan gugur sebelum panen.

Pengendalian hama lalat buah yaitu melakukan sanitasi lahan dengan mengumpulkan dan membakar buah yang busuk akibat larva lalat buah. Hal ini penting karena larva yang ada di buah akan berubah menjadi pupa yang pada akhirnya akan menjadi lalat buah yang baru. Jangan menanam cabai langsung di lahan bekas tanaman yang pernah terkena serangan.
 

Pengendalian selanjutnya dengan Perangkap lalat buah Petrogenol. Caranya siapkan botol bekas lalu lubangi bagian atas tutup botol. Buat juga tiga lubang sebesar lalat buah di bagian samping botol. Masukkan air dan deterjen ke bagian dasar botol. Gantungkan kapas yang telah diberi larutan Petrogenol menggunakan pengait besi.

Aroma Petrogenol akan menarik lalat jantan masuk ke botol, terperangkap lalu terendam di dalam air deterjen. Bisa juga menggunakan buah-buahan seperti nangka yang aromanya disenangi hama lalat.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Kecamatan Bukit Batu menyampaikan bahwa kewaspadaan serangan hama sebaiknya ditingkatkan. Faktor curah hujan yang tinggi menyebabkan lahan pertanian menjadi lembab. Hal tersebut memicu perkembangan jamur, jika tanaman sedang berbuah maka waspada terhadap lalat buah.

“Memasuki musim hujan, mencegah serangan hama dan penyakit tanaman lebih baik daripada mengobati. Langkah sudah tepat, Petugas POPT dan PPL mendampingi kelompok tani mengendalikan serangan hama.” Tutup Ibu Zuldayanti, S.Pt.



Posting Komentar