Disampaikan bahwa Kelompok tani di Kecamatan Bukit Batu sebagian telah melakukan panen sayuran, Poktan sukses memproduksi sayuran berkualitas. Sebagian kelompok tani tersebut telah mengenal Budidaya sayuran organik. Teknik budidaya organik adalah menanam sayuran tanpa memakai pupuk kimia dan tidak juga memakai pestisida buatan pabrik. Budidaya sayuran organik memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, sisa panen, serta bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi nutrisi tanaman secara aman, memperbaiki kesuburan tanah dan melestarikan lingkungan.
Memelihara tanaman sistem organik menghasilkan sayur dan buah berkualitas, aman dan sehat. Bahan pupuk kompos dan insektisida nabati bisa dilperoleh dengan mendaur ulang sisa tanaman yang tumbuh dari tanah. Jerami padi, batang, daun dan bagian tanaman yang bisa terurai, dikomposkan lalu dikembalikan ke tanah sebagai nutrisi tanaman. Petani juga bisa menggunakan lahan secara terus menerus tanpa khawatir bahan kimia mengendap di tanah.
Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya sayuran organik yaitu pertama sebaiknya menutup tanah bedengan dengan plastik berwarna perak (mulsa). Hal ini mengurangi pertumbuhan gulma atau rumput serta mencegah serangga perusak tanaman. Kedua upayakan tumpang sari tanaman, misalnya diantara barisan cabai, ada tanaman jagung. Hal ini membuat hama cabai beralih ke daun jagung yang sudah panen. Ketiga memilih benih sayuran dengan ketahanan serangan hama kuat seperti pare, gambas, mentimun. Menggunakan pupuk kandang serta kompos sebagai pupuk dasar sebelum menanam. Pupuk dicampurkan pada lahan kemudian tanah diratakan lalu ditanami sayuran. Penggunaan pupuk organik disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Pengendalian hama pada sayuran organik bukan dengan cara membasmi semua organisme dengan racun serangga. Pengendalian melalui proses pengamatan, menggunakan musuh alami hama pengganggu yang muncul. Misalnya Burung Hantu bisa mengendalikan hama tikus di lalahan pertanian. Burung hantu adalah musuh alami hama tikus, maka terjadi keseimbangan alam. Bisa juga menggunakan perangkap hama, misalnya perangkap lalat buah. Pengendalian dengan bahan nabati dapat mencegah hama. Bahan alami dari cairan jengkol, daun sirih, serai, serta bahan nabati lain yang tersedia di alam.
“Demikianlah informasi tentang Pertanian organik menjaga keseimbangan alam dan menghasilkan sayuran aman dan sehat. Semoga teknik budidaya sayuran organik ini menjadi solusi bagi kelompok tani di Kecamatan Bukit Batu. Silakan disebarluaskan ke kelompok tani hingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.” Tutup Kepala BPP Bukit Batu.



Posting Komentar