Gapoktan Desa Bukit Batu Menjalankan Program Penangkaran Padi


Bertempat di Desa Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Sri Bakti telah melaksanakan proses semai padi. Ketua Gapoktan adalah Pak Rozali, didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Andy Simarmata, SP. Lahan pertanian padi terletak di Jalan Teluk Belanga, Dusun Banyumas, Desa Bukit Batu. Kegiatan Penangkaran Padi Tahun 2022 seluas 10 Ha, merupakan program dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau. Jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu padi sawah dengan varietas Batang Piaman.

Sejak awal kegiatan, PPL dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukti Batu, bergerak bersama kelompok tani. Mulai dari membersihkan lahan, menabur benih, hingga proses pemeliharaan. Semua rangkaian kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong penuh kebersamaan. Proses persiapan lahan dilakukan Tanggal 12, yaitu membuat petakan dan membabat rumput penggangu tanaman. Kelompok tani membajak tanah dengan menggunakan handtraktor. Pada saat membajak lahan, petani langsung mencampur tanah dengan dolomit dan pupuk organik. Intensitas hujan yang tinggi, membuat lahan semai tergenang. Anggota kelompok tani memompa air keluar dari petak lahan, lalu mengalirkan ke parit pembuangan. Benih padi unggul direndam selama satu hari, kemudian dianginkan selama dua hari, akhirnya semai dilakukan pada Kalender 15. Sampai tulisan ini diturunkan, umur semaian telah mencapai 15 Hari Setelah Semai (HSS). Sistem pembagian jumlah benih nantinya, disesuaikan dengan jumlah lahan petani yang ikut dalam program penangkaran padi ini.

Penyuluh Pertanian Desa Bukit Batu menyampaikan bahwa Kegiatan Penangkaran Padi yang sedang berlangsung ini ini merupakan kelanjutan program padi di tahun sebelumnya. Sudah dua tahun berturut-turut Gapoktan Desa Bukit Batu mengadakan kegiatan penangkaran padi. Sukses menghasilkan benih berkualitas dan bersertifikat, ditengah pembatasan akibat pandemi covid 19. Hal tersebut tercapai berkat kerja keras petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani.

Ditengah kesibukannya mengorganisir petani di sawah, Penyuluh Andy memaparkan bahwa tahapan budidaya padi semestinya sesuai anjuran pemerintah. Penyuluh mendampingi kelompok tani agar bibit semaian tumbuh dengan baik, lalu menganjurkan penanaman dengan metode tanam Jajar Legowo. Turut serta dalam mengendalikan hama penyakit dan merawat tanaman sampai masa panen.

“Penyuluh memastikan jalannya program ini sesuai instruksi pemerintah, maka kami selalu berada di lapangan. Intinya adalah terkoordinir, kelola bersama dan tanam serentak. Kekuatan yang masih ada di Gabungan Kelompok Tani.” Tegasnya.

Posting Komentar