Gapoktan Mendeteksi serta Mengendalikan Hama Tikus di Desa Sukajadi

 

Gapoktan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan POTP mendeteksi serta mengendalikan hama tikus pada tanaman padi di Desa Sukajadi. Usaha berawal dari menandai gejala keberadaan hama tikus dengan melihat tanaman padi yang mengalami kerusakan. Kehadiran tikus di lingkungan persawahan dapat dideteksi dengan memantau tanda-tanda keberadaannya, seperti melihat langsung tikus, jejak kaki, jalur lintasan, kotoran, lubang tikus, dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan.

Dipetak sawah yang sudah tertanam padi varietas Ramos, jejak kaki tikus tercetak pada lumpur dan tanah basah. Jejak kaki tikus tersebut ditemukan di sepanjang pinggir petakan pada kiri-kanan pematang dan di tepi-tepi parit. Jejak tersebut membawa kepada jalur lintasan tikus, sebab terbentuknya jalur tersebut akibat kebiasaan tikus melalui tempat yang sama berulang-ulang.  Melalui perjalanan menyusuri tepi petakan sawah, terdapat ternyata lintasan tikus tersebut menghubungkan ke lubang sarang.

Guna mencegah serangan hama tikus pada masa tanam 2022, maka Penyuluh Pertanian bersama ketua Gapoktan Desa Sukajadi telah mengkoordinir rapat turun semai untuk menentukan waktu tanam serentak. Pada rembug kelompok tani di Desa Sukajadi tersebut, telah disepakati untuk turun semai padi bersama pada tanggal 15 Juli 2022. Hal tersebut untuk memudahkan kerja sawah secara berkelompok dan mencegah serangan hama tikus yang bersembunyi di petakan sawah yang bersemak. Namun ada juga sebagian orang yang tidak mengikuti instruksi dan kesepakatan kelompok. Maka jalan mengendalikan hama tikus mesti ditempuh, dengan menggunakan air rendaman jengkol yang mengeluarkan bau yang sangat menyengat untuk mengusir tikus dari sawah.

Posting Komentar