Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti telekonferensi mengenai Teknologi Pertanian Ruang Sempit (TPRS). Acara jarak jauh berbasis elektronik tersebut, diikuti dari Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi bersama BPPSDMP Kementan RI, dihadiri oleh Kepala UPT dan PPL dari Kecamatan Bukit Batu. Berikut ini catatan dari kegiatan memanfaatkan ruang sempit perkotaan guna budidaya pertanian melalui TPRS tersebut.
Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran biasanya menerapkan sistem penanaman organik, yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida pabrik. Pertanian di daerah perkotaan salah satunya akibat keterbatasan lahan budidaya tanaman. Solusinya antara lain memanfaatkan aneka ruang yang tersedia di sela tumpukan bangunan beton. Bisa dengan teknologi vertikultur, mulai dari tembok gang, rooftop gedung, dan sarana publik lainnya.
Menteri Pertanian (Mentan), mendukung tumbuhnya pertanian perkotaan yang mengoptimalkan teknologi dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada di kota.
“Kita menggerakan pertanian kota dilorong, di kantor, di gang harus bertani, kiri kanan kita apa lahan yang ada harus manfaatkan untuk memproduksi tanaman.” Jelas Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengatakan bahwa urban farming selain menghasilkan bahan pangan juga menjadikan lingkungan indah dan nyaman. Penyuluh pertanian memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana cara memanfaatkan lahan untuk penghijauan. Urban farming merupakan alternatif swasembada pangan dengan prioritas tumbuhan rambat seperti anggur, melon dan tanaman rambat lainnya.
Pertanian di daerah perkotaan memiliki dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup masyarakat perkotaan. Masifnya pembangunan di perkotaan menyebabkan tergusurnya ruang-ruang terbuka hijau. Hilangnya ruang terbuka hijau sangat memengaruhi kestabilan ekosistem lingkungan. Hal tersebut memicu polusi yang mana berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat kota. Menanam sayur dan buah di taman terbuka hijau perkotaan, bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota. Aktivitas berkebun di rumah bersama keluarga dapat menyegarkan pikiran.



Posting Komentar