Judul : Budidaya Padi Secara Organik
Penulis : Drs. Agus Andoko
Peresensi : jerujudaun@gmail.com
Penerbit : Penebar Swadaya
Cetakan : II, Juli 2004
Tebal : viii + 96 hlm
ISBN : 979-489-652-7
Sejarah dunia pertanian mengalami lompatan yang sangat berarti, dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Tingginya produktivitas tanaman berkat adanya benih unggul, suburnya tanaman berkat penggunaan pupuk kimia, dan terbasminya hama penyakit tanaman berkat keampuhan pestisida buatan pabrik. Semua itu seolah sudah menempatkan manusia sebagai pemenang dalam pergulatannya melawan alam, padahal penguasaan teknologi pertanian tersebut membuatnya tidak lagi bersahabat dengan lingkungan. Akibat eksploitasi tersebut, ekosistem kehilangan keseimbangan yang berdampak negatif. Maka diperlukan kesadaran untuk kembali harmonis dengan alam, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Hal tersebut di atas menjadi titik berangkat dalam pembahasan budidaya tanaman secara organik dalam buku ini. Satu persatu permasalahan itu pun dibahas, mulai dari dampak benih unggul, resiko penggunaan pupuk kimia dan efek negatif dari penyemprotan pestisida buatan pabrik. Dampak pada tanaman adalah ancaman terhadap keanekaragaman hayati, banyak jenis tanaman akan tersingkir dan akhirnya punah. Efek pada tanah adalah struktur tanah yang secara alami adalah remah, setelah mendapat perlakuan dengan pupuk kimia secara simultan terus menerus, akhirnya menjadi liat, bantat atau sangat keras. Sedangkan dampak pestisida buatan pabrik lambat laun membuat hama tanaman menjadi resisten atau kebal dan akhirnya menjadi eksplosif satu jenis hama tertentu. Residu pestisida pun terbawa ke hasil panen yang bisa menjadi ancaman penyakit pada manusia.
Buku ini dibagi dalam sembilan bab, pertama PENDAHULUAN yang membahas mengenai pertanian organik, yang merupakan kegiatan bercocok tanam yang akrab dengan lingkungan. Pertanian alami berusaha meminimalkan dampak negatif pertanian bagi lingkungan sekitar. Ciri utama pertanian organik adalah menggunakan varietas lokal yang relatif masih alami, diikuti penggunaan pupuk dan pestisida non kimia. Untuk menyuburkan tanaman, petani menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa hasil pertanian seperti jerami batang padi, sekam padi dan kotoran ternak kemudian difermentasikan. Sementara untuk pemberantasan hama menggunakan ramuan alami yang berasal dari bahan tanaman yang ada di sekitarnya.
Bab kedua dengan judul PROSPEK BERAS ORGANIK, membahas mengenai padi yang dibudidayakan secara organik otomatis akan menghasilkan beras organik. Keunggulan beras organik adalah tidak ada residu bahan kimia dari pupuk dan pestisida. Keunggulan lainnya adalah daya simpan lebih baik, beras organik menghasilkan nasi yang dapat bertahan 24 jam, sementara dari beras biasa mulai basi setelah 12 jam. Prospek bisnis beras organik sangat baik, bila 5% saja dari 200 juta lebih penduduk Indonesia mengkonsumsi beras organik, dengan asumsi setiap orang mengkonsumsi beras sebanyak 3 ons perhari, maka jumlah beras organik yang butuhkan sekitar 1,1 juta ton pertahun.
Bab ketiga, PENANAMAN PADI ORGANIK, mengulas tentang cara bertanam padi organik. Diawali dengan pemilihan varietas padi yang cocok untuk dibudidayakan. Jenis padi yang cocok ditanam secara organik hanyalah varietas alami. Lalu dalam tahap pembenihan dilakukan seleksi benih, menghitung kebutuhan benih, menyiapkan tempat pembenihan, mengecambahkan benih, dan menyebarkan benih. Selanjutnya penyiapan lahan lalu penanaman. Dengan tabel dan gambar berwarna disertai penjelasan yang rinci di setiap tahapan kegiatan tersebut, membuat bab ini menjadi penting untuk dicermati oleh pembaca.
Bab keempat PERAWATAN TANAMAN, membahas mengenai kegiatan penyulaman, pengolahan tanah ringan, penyiangan, serta pemasukan dan pengeluaran air. Pada kegiatan tersebut tidak memiliki perbedaan dengan budidaya padi non organik. Penyulaman misalnya, tetap diadakan maksimal dua minggu setelah tanam, bila lebih lama masaknya padi tidak akan serentak. Kegiatan penyiangan sangat dieprlukan agar tanaman padi dapat tumbuh sempurna sehingga produktivitasnya menjadi tinggi. Sedangkan pemasukan dan pengeluaran air untuk menjaga pertumbuhan padi menjadi baik. Ketinggian air genangan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Semua fase tersebut terangkum dan dijelaskan dengan lengkap dalam bab ini.
Bab kelima PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN PADI. Berdasarkan bentuknya ada dua macam pupuk organik, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk padat pengaplikasiannya melalui akar, sedangkan pupuk cair melalui daun. Dalam pertumbuhannya, tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu Nitrogen (N) Fosfat (P) Kalium (K). N membentuk akar, batang dan menghijaukan daun, P dan K merangsang pembungaan dan buah, membuat biji menjadi bernas atau berisi serta memaniskan rasa buah atau umbi. Di dalam bab ini dijelaskan bahan alami yang mengandung masing-masing unsur tersebut untuk difermentasikan menjadi pupuk cair.
Bab keenam PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK TANAMAN PADI. Ada dua jenis pestisida organik, yaitu pestisida nabati dan pestisida hewani. Sesuai namanya, bahan-bahan pembuatan pestisida nabati berasal dari tumbuhan, sementara pestisida hewani berasal dari hewan. Sifat pestisida organik tidak berlaku umum, tapi sesuai spesifik lokalita. Jenis tanaman berbeda kandungan bahan aktifnya antara satu tempat dengan tempat lain, jadi dosis atau ukuran pemakaiannya pun akan berbeda. Dalam bab ini diuraikan beberapa contoh kasus pembuatan ramuan pestisida organik. Pada prinsipnya dibuat dengan bahan yang sudah tersedia dilingkungan sekitar dan alat yang pasti sudah dimiliki.
Bab ketujuh PANEN DAN PASCA PANEN. Bab ini membahas mengenai saat yang dinanti-nanti petani yaitu waktu panen, kemudian ada juga penanganan pasca panen. Pemanenan padi harus dilakukan pada saat yang tepat. Panen yang terlalu cepat menyebabkan kualitas butir gabah rendah, beras mudah hancur saat digiling. Sebaliknya panen yang terlambat menurunkan produksi karena butir gabah dimakan burung atau tikus. Padi dipanen saat butir gabah menguning mencapai 80% dan tangkainya sudah menunduk tanda berisi padat. Ada pun kegiatan pasca panen merupakan perlakuan pada padi setelah dipanen, yaitu dikeringkan dan digiling. Pengeringan agar padi tahan lama dan dapat digiling menjadi beras, sedangkan penggilingan yaitu kegiatan memisahkan beras dari kulit yang membungkusnya.
Bab kedelapan PEMASARAN BERAS ORGANIK. Sebelum dijual ke konsumen, perlu diadakan sertifikasi produk untuk memenuhi legalitas dan menjamin kualitas produk. Beras organik yang dibungkus kemasan plastik transparan atau karung plastik biasanya menampilkan nama produk dan logo, kemudian juga mencantumkan keterangan uji laboratorium yang menyebutkan beras tersebut bebas dari residu pestisida dan pupuk kimia. Kriteria pengajuan sertifikasi ini dapat dikonsultasikan melalui Badan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).
Bab kesembilan ANALISIS USAHA, merupakan bagian terakhir buku ini yang membahas mengenai nilai ekonomis yang bisa dipetik dari bertanam padi organik. Selain aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia, secara ekonomis menanam padi organik juga lebih menguntungkan. Dalam Bab ini, penulis telah membuatkan tabel perbandingan biaya budidaya Padi Organik dengan Padi Non Organik. Dari hasil analisis finansial, pembiayaan budidaya padi organik lebih rendah daripada budidaya padi non organik, meskipun produksi beras tetap sama. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakan usaha padi organik jauh lebih tinggi dibandingkan padi non organik.



Posting Komentar