Menikmati Agrowisata Labu Madu



Tanaman yang merambat pada para-para atau penyangga itu sudah terlihat berbuah ranum dan menggelantung di sela dedaunan. Dua lanjaran tanaman labu sudah dipetik, ada satu para-para lagi yang belum dipanen, masih tersisa 53 buah setelah dihitung. Lahan itu terletak di Di Jalan Khadijah Desa Pakning Asal Kecamatan Bukit Batu. Lahan seluas seribu meter persegi itu berisi empat jenis labu, yaitu labu madu, labu kabocha, labu kusuma dan labu botol.

Labu yang paling banyak ditanam adalah jenis labu madu. Labu ini memiliki bentuk yang unik seperti kacang tanah dan bohlam lampu. Daging buahnya berwarna mentega dan memiliki rasa manis dengan tekstur lembut. Selain bentuknya yang unik, labu ini juga berkhasiat untuk kesehatan karena mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks. Memiliki sifat yang rendah kalori sehingga sangat cocok pula digunakan sebagai menu diet sehat.

Tahan lama. buah labu madu ini tahan lama, bisa sampai 6 bulan. Kalau tanaman lain, begitu panen, harus segera dijual, kalau tidak bisa busuk.

Pemangkasan perlu dilakukan, tunas-tunas yang tidak penting juga dikurangi, dihilangkan untuk mencegah daun dan cabang yang tumbuh tak terkendali, kurang efektif, supaya lebih bagus pertumbuhannya dan untuk pembesaran buahnya.

Seleksi serangan hama dan penyakit juga di lakukan. Untuk hasil yang lebih bagus dan sehat, sejauh ini saya hindari penggunaan bahan kimia. Bahan kimia bisa saja membasmi hama, tapi bisa juga membunuh serangga yang berguna untuk penyerbukan.

Kalau ada tanaman atau daun yang terkena penyakit, bisa diatasi secara manual, daun yang terserang penyakit kami petik, buang dan musnahkan. Disinilah penggunaan polybag itu lebih baik daripada tanam langsung di tanah. Memisahkan tanaman terkena penyakit dengan yang sehat bisa segera dilakukan dengan sempurna. Tinggal membuang tanaman di polibag yang terkena penyakit lalu dimusnahkan. Sedangkan tanaman yang ditanah susah mengendalikannya, karena akar tanaman ada di dalam tanah, masih meninggalkan penyakit yang bisa menjangkiti tanaman lainnya.

Jumlah tanaman ada 500 batang. 1 batang buahnya dua, jadi satu tanaman prediksi buahnya bisa sampai 3 kg. Harga per kg Rp15.000. Dalam setahun bisa tanam 3 kali, panen 3 kali. Tapi untuk lahan ini, dalam satu lahan ini, kami mengatur waktu tanam, tanam tidak bersamaan. Supaya panennya tidak sekaligus, tetapi bisa panen setiap saat. Kalau tanam bersama, begitu panen, harus menunggu sampai 3 bulanan supaya bisa panen lagi. Dengan tanam yang diatur waktu tanamnya, maka panennya pun bisa setiap waktu.

Kami pasarkan di masyarakat aja. Ada juga secara online melalui media sosial, facebook, instagram. Labu bisa diolah jadi macam-macam makanan. Bisa dibikin dodol, kue, puding, kolak, manisan dan sebagainya. Diversifikasi produk penting. Saat ini kami memang menjual buah labunya. Ke depannya, bisa jual makanannya juga, dari olahan labu madu.

Konsepnya tidak hanya produksi karena kita mengikuti zaman. Ke depannya memang akan kami buat lahan ini seperti tempat wisata, sesuai keperuntukannya dengan konsep agrowisata. Ini bisa jadi destinasi wisata. Dibuat yang instagramable, bisa untuk foto-foto (selfi) dan bisa untuk belajar seputar labu madu. Dan yang ingin labu bisa merasakan sensaninya membeli dan petik labu sendiri di lahan.

Posting Komentar