Di era pertanian digital, sistem pemetaan lahan telah menggunakan bantuan satelit, memakai teknologi digitasi berbasis spasial atau poligon. E-Reporting Poligon merupakan sistem digitasi peta poligon melalui foto open camera, juga memuat perhitungan dan pelaporan luas lahan pertanian. Aplikasi e-Reporting terintegrasi dengan Simluhtan, artinya kita melakukan pemetaan luas wilayah pertanian dengan data kelompok tani di Simluhtan. Data aplikasi berbasis spasial atau poligon ini akan termonitor secara online.
Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu menanggapi kegiatan Digitasi Poligon menggunakan Aplikasi e-Reporting Kabupaten Bengkalis. Tindak lanjut tersebut adalah dengan turun lapangan melakukan pemetaan poligon di lahan padi Kecamatan Bukit Batu. Survey tersebut dilakukan di tiga desa yang berada di lingkup Kecamatan Bukit Batu, yaitu Desa Buruk Bakul, Desa Bukit Batu dan Desa Sukajadi. Adapun luas lahan tanaman padi keseluruhan yang dipoligonkan adalah 195 Ha. Rinciannya sebagai berikut, luas poligon tanaman padi di Desa Buruk Bakul 30 Ha, Desa Bukit Batu 80 Ha, dan Desa Sukajadi 85 Ha.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa kegiatan Digitasi Poligon menggunakan Aplikasi e-Reporting, dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis. Kegiatan pemetaan poligon luas lahan pertanian tersebut diadakan di wilayah kabupaten Bengkalis, terutama daerah yang diberikan bantuan pemerintah melalui APBN. Hal tersebut untuk mendeteksi semua bantuan yang ada dari pusat. Misalnya ada bantuan benih padi dengan luasan 10 Ha, maka dicari titik koordinat penanaman apakah sampai 10 ha.
Pada awalnya Kabupaten Bengkalis berada pada zona merah karena masih banyak lahan pertanian yang belum dipetakan. Terutama untuk daerah yang ada bantuan pemerintah, masih banyak yang belum dipoligonkan. Pemerintah pusat inginkan data dilapangan sesuai real yang diberikan bantuan. Berangsur pelan tapi pasti, kondisi tersebut mulai mendapat perbaikan berkat kinerja penyuluh pertanian yang bertugas di masing-masing kecamatan. Adapun Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu telah berhasil menunaikan tugas. Peta poligon dari 10 kelompok tani yang bergelut di budidaya tanaman padi berhasil dikerjakan. Rinciannya sebagai berikut, satu kelompok tani (Poktan) di Desa Buruk Bakul, 4 Poktan di Desa Bukit Batu dan 5 Poktan Di Desa Sukajadi. Menyebut beberapa nama Poktan tersebut adalah Ni’mah, Negeri Subur, Sejahtera, Setia Bakti, Sukamaju, dan lainnya.
Dua orang penyuluh pertanian yang bertindak sebagai petugas lapangan telah menyelesaikan tugas dengan baik, salah satunya Andy Agustian Simarmata, SP. Tim bekerja melakukan pemetaan poligon menggunakan HP dan Laptop, mendigitasi dari data luas lahan dan titik koordinat yang telah diambil melalui open camera. Digitasi poligon ini akan menjadi basis data yang bisa dimonitor langsung melalui Agriculture War Room di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta. Semoga hasil citra satelit ini memberi warna tersendiri bagi pencapaian kinerja pertanian yang terus tumbuh walau di masa covid 19.
Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu menanggapi kegiatan Digitasi Poligon menggunakan Aplikasi e-Reporting Kabupaten Bengkalis. Tindak lanjut tersebut adalah dengan turun lapangan melakukan pemetaan poligon di lahan padi Kecamatan Bukit Batu. Survey tersebut dilakukan di tiga desa yang berada di lingkup Kecamatan Bukit Batu, yaitu Desa Buruk Bakul, Desa Bukit Batu dan Desa Sukajadi. Adapun luas lahan tanaman padi keseluruhan yang dipoligonkan adalah 195 Ha. Rinciannya sebagai berikut, luas poligon tanaman padi di Desa Buruk Bakul 30 Ha, Desa Bukit Batu 80 Ha, dan Desa Sukajadi 85 Ha.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa kegiatan Digitasi Poligon menggunakan Aplikasi e-Reporting, dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis. Kegiatan pemetaan poligon luas lahan pertanian tersebut diadakan di wilayah kabupaten Bengkalis, terutama daerah yang diberikan bantuan pemerintah melalui APBN. Hal tersebut untuk mendeteksi semua bantuan yang ada dari pusat. Misalnya ada bantuan benih padi dengan luasan 10 Ha, maka dicari titik koordinat penanaman apakah sampai 10 ha.
Pada awalnya Kabupaten Bengkalis berada pada zona merah karena masih banyak lahan pertanian yang belum dipetakan. Terutama untuk daerah yang ada bantuan pemerintah, masih banyak yang belum dipoligonkan. Pemerintah pusat inginkan data dilapangan sesuai real yang diberikan bantuan. Berangsur pelan tapi pasti, kondisi tersebut mulai mendapat perbaikan berkat kinerja penyuluh pertanian yang bertugas di masing-masing kecamatan. Adapun Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu telah berhasil menunaikan tugas. Peta poligon dari 10 kelompok tani yang bergelut di budidaya tanaman padi berhasil dikerjakan. Rinciannya sebagai berikut, satu kelompok tani (Poktan) di Desa Buruk Bakul, 4 Poktan di Desa Bukit Batu dan 5 Poktan Di Desa Sukajadi. Menyebut beberapa nama Poktan tersebut adalah Ni’mah, Negeri Subur, Sejahtera, Setia Bakti, Sukamaju, dan lainnya.
Dua orang penyuluh pertanian yang bertindak sebagai petugas lapangan telah menyelesaikan tugas dengan baik, salah satunya Andy Agustian Simarmata, SP. Tim bekerja melakukan pemetaan poligon menggunakan HP dan Laptop, mendigitasi dari data luas lahan dan titik koordinat yang telah diambil melalui open camera. Digitasi poligon ini akan menjadi basis data yang bisa dimonitor langsung melalui Agriculture War Room di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta. Semoga hasil citra satelit ini memberi warna tersendiri bagi pencapaian kinerja pertanian yang terus tumbuh walau di masa covid 19.



Posting Komentar