Salah satu inovasi dalam meningkatkan pendapatan petani padi adalah usaha tani penangkaran benih padi. Usaha tani penangkaran benih padi, pada prinsipnya hampir sama dengan usaha tani padi pada umumnya. Perbedaannya adalah penggunaan benih awal, adanya isolasi dari tanaman padi lain, seleksi untuk membuang rumpun tanaman yang ciri-ciri morfoligisnya menyimpang dari ciri-ciri varietas yang diproduksi dan waktu panen yang tepat yaitu waktu biji masak fisiologis.
Desa Bukit Batu berlokasi di wilayah Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Desa Bukit Batu dipilih untuk pengembangan usaha penangkaran benih padi. Pada kesempatan tersebut, Gabungan Kelompok Tani “Berkat Sri Bakti” melaksanakan penangkaran benih padi sesuai target yang telah ditentukan. Luas Lahan yang telah ditetapkan yaitu 10 Ha, menggunakan varietas benih IR 42. Adapun jumlah benih yang digunakan dalam penangkar padi ini yaitu sebanyak 250 Kg. Sedangkan Proses pemupukan dilakukan secara berimbang dengan pemakaian jenis pupuk Urea, NPK dan Pupuk Hayati Cair. Keseluruhan sarana produksi pertanian tersebut didanai dari APBD Provinsi Riau.
Peranan penting dilakukan oleh Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu. Peran Penyuluh sebagai penggerak dan pendamping di lapangan. BPP menjadi pos simpul informasi dan teknologi pertanian di tingkat kecamatan. Keduanya adalah ujung tombak pembinaan, pendampingan dan pengawalan dalam upaya menyukseskan penangkaran padi unggul. Melalui penangkaran benih padi unggul, akan diperoleh benih padi bermutu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.
Sebagaimana diketahui bahwa selama ini untuk kebutuhan benih di Kecamatan Bukit Batu masih mendatangkan benih unggul dari luar daerah. Jadi dengan hadirnya penangkar benih padi di Desa Bukit Batu ini, pemerintah berupaya agar kelompok tani yang berusaha di bidang budidaya padi bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan benihnya sendiri.
“Pemerintah memfasilitasi kelompok penangkar agar mereka mampu mencukupi kebutuhan benih di lingkup petani. Semoga ke depannya, Bukit Batu bisa menjadi kecamatan yang mandiri benih padi.” Cetus Penyuluh Pertanian Andy Simarmata, SP.


.png)
.png)
Posting Komentar