KWT adalah singkatan dari Kelompok Wanita Tani. KWT Dusun Sukoharjo merupakan gabungan dari kelompok wanita tani yang rutin melakukan gotong royong di kebun hortikultura. Sesuai dengan namanya KWT Dusun Sukoharjo berdomisili di Dusun Sukoharjo, Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu. Pembagian kelompoknya adalah di RT 17 ada Poktan Berkah Tani, yang menanam kangkung, bayam dan sayur lainnya. Selanjutnya di RT 18, ada Poktan Harapan Bersama yang budidaya tanaman obat seperti kunyit dan jahe, serta yang terakhir di RT 19 ada Poktan Subur Makmur, melakukan budidaya tanaman sebagai bahan pembuat jamu, seperti kencur, serai dan sebagainya. Setiap Hari Minggu Jam 15:00 WIB mereka melakukan gotong royong di lahan kelompok tani.
Bekerja secara gotong royong bukan hanya budaya pertanian, tapi juga tradisi masyarakat desa. Menjadi anggota KWT sangat menguntungkan karena bekerja dengan gotong royong bisa lebih cepat selesai, bekerja saling bergantian. KWT Dusun Sukoharjo masing-masing memiliki lahan untuk menanam sayuran secara berkelompok. Setiap akhir pekan, kelompok tani tiap RT melakukan kegiatan gotong royong. Kegiatan mengolah tanah, membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar areal tanam sayur dan dilanjutkan dengan pemindahan bibit sayur dari persemaian ke lahan. Hasil dari panen nantinya sebagian dibagikan ke anggota kelompok tani dan sebagian dipasarkan warung yang ada di Desa Pakning Asal.
Pendampingan kegiatan gotong royong dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu. Ditemui di Dusun Sukoharjo Desa Pakning Asal, Penyuluh Pertanian yang bertugas di lapangan, menjelaskan bahwa kelompok wanita tani melakukan kerja bersama dengan tekun. Sebagai catatan perbaikan, organisasi kepengurusan kelompok tani masih perlu pembenahan, misalnya hak dan kewajiban anggota, tugas pengurus kelompok tani, dan pembukuan setiap kegiatan. Semua itu perlahan bisa dibenahi seiring rutinnya gotong royong kelompok tani yang diadakan setiap minggu.
Berdasarkan diskusi dengan ketua kelompok, harapan KWT Dusun Sukoharjo ke depannya, berusaha akan ada rumah bibit secara mandiri. Tanaman yang dikembangkan dalam rumah bibit, dibagikan ke anggota kelompok untuk ditanam dilahan perkarangan rumah masing- masing. Kegiatan tersebut bermanfaat bagi ketersediaan pangan bagi keluarga serta dapat menambah perekonomian anggota kelompok.
Bekerja secara gotong royong bukan hanya budaya pertanian, tapi juga tradisi masyarakat desa. Menjadi anggota KWT sangat menguntungkan karena bekerja dengan gotong royong bisa lebih cepat selesai, bekerja saling bergantian. KWT Dusun Sukoharjo masing-masing memiliki lahan untuk menanam sayuran secara berkelompok. Setiap akhir pekan, kelompok tani tiap RT melakukan kegiatan gotong royong. Kegiatan mengolah tanah, membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar areal tanam sayur dan dilanjutkan dengan pemindahan bibit sayur dari persemaian ke lahan. Hasil dari panen nantinya sebagian dibagikan ke anggota kelompok tani dan sebagian dipasarkan warung yang ada di Desa Pakning Asal.
Pendampingan kegiatan gotong royong dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu. Ditemui di Dusun Sukoharjo Desa Pakning Asal, Penyuluh Pertanian yang bertugas di lapangan, menjelaskan bahwa kelompok wanita tani melakukan kerja bersama dengan tekun. Sebagai catatan perbaikan, organisasi kepengurusan kelompok tani masih perlu pembenahan, misalnya hak dan kewajiban anggota, tugas pengurus kelompok tani, dan pembukuan setiap kegiatan. Semua itu perlahan bisa dibenahi seiring rutinnya gotong royong kelompok tani yang diadakan setiap minggu.
Berdasarkan diskusi dengan ketua kelompok, harapan KWT Dusun Sukoharjo ke depannya, berusaha akan ada rumah bibit secara mandiri. Tanaman yang dikembangkan dalam rumah bibit, dibagikan ke anggota kelompok untuk ditanam dilahan perkarangan rumah masing- masing. Kegiatan tersebut bermanfaat bagi ketersediaan pangan bagi keluarga serta dapat menambah perekonomian anggota kelompok.



Posting Komentar