Sebagian orang di desanya menyukai labu madu yang bertekstur daging buah yang renyah serta cita rasa manis. Di halaman depan rumahnya yang berukuran 16×20 m, telah tertanam 275 batang labu. Ada pun jenis labu yang tertanam yaitu labu Madu, labu Kabocha dan labu Kusuma. Secara keseluruhan ada 210 buah yang menggantung, dengan ukuran yang beragam besar dan kecil. Dua minggu lagi masa panen akan tiba, labu madu yang siap panen berjumlah 75 buah, sudah kuning kecoklatan. Di pasaran, harga jual labu madu 25 ribu perkilogram. Dengan potensi permintaan yang cukup tinggi, budidaya labu madu menjadi salah satu usaha tani yang menjanjikan keuntungan.
Salah satu yang menekuni labu madu ini adalah Ari Didiono, petani berusia 56 Tahun dari Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu. Minat pasarnya yang besar dan harga jual labu madu lebih mahal dari labu biasa menjadi alasan Ari Didiono membudidaya labu asal Benua Amerika tersebut.
Ari Didiono menambahkan, dalam budidaya labu madu, pengalaman adalah yang terpenting.
“Kita belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilalui. Misalnya sekarang saya memakai polybag biar tampak lebih rapi. Ternyata pertumbuhan tanaman kurang bagus. Tanah di dalam polybag cepat kering kalau kena panas matahari, jadi butuh tenaga ekstra menyiram setiap hari. Yang kedua, tanaman labu ini akarnya panjang, tumbuh menjalar ke samping. Kalau pakai polybag, akarnya jadi tidak bebas berkembang. Maka dari pengalaman itu saya ketahui bahwa untuk menanam labu, bagus langsung ke tanah.” Jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa media tanam labunya adalah campuran dari tanah gembur, pupuk kandang dan arang sekam. Pak Ari melakukan tiga kali proses mengolah tanah. Yang pertama tanah gembur dicampurkan dengan pupuk kandang, lalu dibiarkan selama beberapa hari. Kemudian yang kedua tanah tersebut ditambahkan arang sekam. Yang ketiga campuran kapur dolomit. Benih labu sendiri tidak disemai Pak Ari, alasannya kalo nanti dipindah dari semaian ke tanah, tanaman butuh adaptasi lagi.
Masih di pekarangan rumah yang sama, Pak Ari telah menanam Labu Kabocha sebanyak 14 Batang, tetap dengan dua buah setiap batang. Jadi ada 28 buah dengan beratnya paling besar 1,5 kg. Harganya 32 Ribu. Adapun labu kusuma berwarna hijau, harganya 10 ribu perkilogram. Harga seperti itu katanya sudah cukup memuaskan, ditengah ketidakpastian akibat covid 19.
“Saya dulu jualan di katin sekolah, namun kondisi pandemi memaksa Pemerintah meliburkan sekolah. Jadi saya beralih ke usaha budidaya labu. Saya rasa sangat menjanjikan.” Pungkasnya.
Dengan budidaya labu yang ditekuninya, Pak Ari memiliki aktifitas yang membuatnya terus belajar dan menambah pengalaman. Pemilik kebun labu itu juga tak menampik jika di era 90an dirinya sangat ingin belajar budidaya tanaman. Tapi segalanya serba sulit, karena informasi tidaklah semudah saat ini. Sekarang internet hadir, bisa belajar kapan saja, apalagi ada penyuluh yang mendampingi.
“Saya dulu jualan di katin sekolah, namun kondisi pandemi memaksa Pemerintah meliburkan sekolah. Jadi saya beralih ke usaha budidaya labu. Saya rasa sangat menjanjikan.” Pungkasnya.
Dengan budidaya labu yang ditekuninya, Pak Ari memiliki aktifitas yang membuatnya terus belajar dan menambah pengalaman. Pemilik kebun labu itu juga tak menampik jika di era 90an dirinya sangat ingin belajar budidaya tanaman. Tapi segalanya serba sulit, karena informasi tidaklah semudah saat ini. Sekarang internet hadir, bisa belajar kapan saja, apalagi ada penyuluh yang mendampingi.




Posting Komentar