Menumbuhkan Poktan Subur Jaya Desa Sukajadi


Usaha perkebunan rakyat itu seluas 28 Ha, berisi komoditi kelapa sawit. Agar bisa saling membantu dalam pengelolaan kebun, warga dusun memprakarsai pembentukan kelompok tani. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Andy Simarmata, SP dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu menyambut baik ide tersebut. Bertempat di kediaman Bapak Tohonan, jalan poros Sungai Pakning-Dumai, Desa Sukajadi, diadakan rapat bersama. Turut Hadir Kepala UPT BPP Bukit Batu dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Bukit Batu. Pukul 14:00 WIB disepakati pembentukan kelompok tani (Poktan) berisi 14 orang anggota. Setelah dimusyawarahkan, maka dipilih nama Poktan “Subur Jaya” sebagai identitas kelompok.

Dalam pengarahan, dikatakan bahwa ciri kelompok tani yang baik yaitu, Pertama, Poktan memiliki jadwal rapat anggota yang diselenggarakan secara berkala. Pertemuan tersebut dihadiri penyuluh selaku fasilitator, dapat juga mengundang dari intansi terkait untuk menyampaikan informasi terbaru. Kedua, Poktan memiliki rencana kerja kelompok yang disusun secara bersama dan dilaksanakan sesuai hak dan kewajiban masing-masing anggota. Ketiga, di akhir pelaksanaan kegiatan, dilakukan evaluasi secara partisipatif dengan melibatkan penyuluh pertanian.

Para anggota Poktan kemudian sukses memilih pengurus kelompok tani. Adapun susunannya yaitu Ketua Sulaiman, Sekretaris Tohonan, Bendahara Elfrida Marbun. Sekretariat kelompok tani dipilih Alamat Jalan Haji Ahmad RT 03 RW 02 Desa Sukajadi. Ketua kelompok berharap agar wadah kelompok tersebut menjadikan semua anggota bisa maju. Dikatakan pula rencana mengadakan lahan khusus untuk kelompok tani dimana hasilnya untuk kas kelompok. Selanjutnya dibahas anggota seksi dalam susunan kepengurusan kelompok tani.

Dijelaskan bahwa, penumbuhan Kelompok Tani untuk membangun sumber daya manusia berkualitas, melalui wadah pembelajaran kelompok tani. Penyuluh Pertanian mendukung kelompok yang berbasis pertanian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan. Di Kabupaten Bengkalis sendiri, telah berdiri sendiri Dinas Perkebunan, namun dalam Simluhtan, seluruh Poktan masih bergabung. Dengan pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu menggali potensi, memecahkan masalah secara lebih efektif.

Disampaikan oleh Kepala UPT BPP bahwa kelompok tani akan dibina melalui Sistem Latihan dan Kunjungan (Laku) oleh penyuluh pertanian. Sistem Laku akan mendekatkan penyuluh dengan kelompok tani, agar permasalahan di lapangan bisa ditemukan solusi bersama.

“Selanjutnya data kelompok tani Subur Jaya akan dimasukkan ke dalam Simluhtan dan elektronik RDKK untuk menebus pupuk bersubsidi.” Tutupnya.

Posting Komentar