Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana mengadakan pertemuan rutin penyuluh. Rapat berkala tersebut diadakan dalam ruangan BPP yang terletak di Perkantoran Terpadu Kelurahan Sungai Pakning. Pertemuan bulanan penyuluh dihadiri langsung oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bengkalis, Ibu Silvawana, SP. Hadir juga, Kepala UPT Mekanisasi Kecamatan Siak Kecil, H. Nurdam Efendi, SP. Berpartisipasi aktif seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana.
Dalam pengarahan di awal acara, disampaikan bahwa akan ada kerjasama dengan Politeknik Negeri Bengkalis untuk mendata Alat mesin Pertanian (Alsintan). Alsintan yang rusak berat hingga tidak bisa lagi dipakai akan diinventarisir, lalu akan dihitung berapa biaya untuk memperbaiki. Yang kedua, saat ini sedang dibuka e-proposal. Jadi bila ada kebutuhan mesin pertanian, seperti handtraktor, combine dan jonder, sekaranglah saatnya untuk membuat proposal pengajuan bantuan melalui kelompok tani.
Sesi terakhir dipersilahkan kepada Penyuluh untuk menyampaikan perkembangan di WKPP masing-masing. Dari Desa Buruk Bakul dilaporkan bahwa pertanaman padi dibulan Agustus ada penambahan luas tanam seluas 3 Ha, jadi untuk awal penanaman sudah ada 8 Ha tanam padi di Desa Buruk Bakul. Tanggal 10 Agustus 2020 telah terlaksana Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan di Desa Buruk Bakul. Penyuluh Pertanian juga sedang mendampingi kelompok ternak di Desa Batang Duku. Ketua kelompok tani telah merampungkan berkas untuk dimasukkan ke dalam Simluhtan.
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) memiliki peran strategis dalam memperjuangkan keberhasilan pembangunan pertanian. Maka pemerintah mengambil kebijakan menjadikan BPP sebagai pos simpul koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kecamatan. Peran dan fungsi BPP antara lain penyusunan programa penyuluhan, menyediakan dan menyebarluaskan informasi teknologi, memfasilitasi pengembangan kelembagaan petani, memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh dan petani, melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan.
Dalam pengarahan di awal acara, disampaikan bahwa akan ada kerjasama dengan Politeknik Negeri Bengkalis untuk mendata Alat mesin Pertanian (Alsintan). Alsintan yang rusak berat hingga tidak bisa lagi dipakai akan diinventarisir, lalu akan dihitung berapa biaya untuk memperbaiki. Yang kedua, saat ini sedang dibuka e-proposal. Jadi bila ada kebutuhan mesin pertanian, seperti handtraktor, combine dan jonder, sekaranglah saatnya untuk membuat proposal pengajuan bantuan melalui kelompok tani.
Sesi terakhir dipersilahkan kepada Penyuluh untuk menyampaikan perkembangan di WKPP masing-masing. Dari Desa Buruk Bakul dilaporkan bahwa pertanaman padi dibulan Agustus ada penambahan luas tanam seluas 3 Ha, jadi untuk awal penanaman sudah ada 8 Ha tanam padi di Desa Buruk Bakul. Tanggal 10 Agustus 2020 telah terlaksana Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan di Desa Buruk Bakul. Penyuluh Pertanian juga sedang mendampingi kelompok ternak di Desa Batang Duku. Ketua kelompok tani telah merampungkan berkas untuk dimasukkan ke dalam Simluhtan.
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) memiliki peran strategis dalam memperjuangkan keberhasilan pembangunan pertanian. Maka pemerintah mengambil kebijakan menjadikan BPP sebagai pos simpul koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kecamatan. Peran dan fungsi BPP antara lain penyusunan programa penyuluhan, menyediakan dan menyebarluaskan informasi teknologi, memfasilitasi pengembangan kelembagaan petani, memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh dan petani, melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan.



Posting Komentar