Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana mengadakan kegiatan guna mendukung Upaya Pemanfaatan Pekarangan. Kegiatan tersebut bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Untuk Pengembangan Pangan dan Hatinya PKK”. Aktifitas pembinaan itu diadakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Lestari Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Acara Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan dan Hatinya PKK terbagi menjadi dua sesi. Pertama pemaparan materi di balai pertemuan, yang kedua praktek lapangan oleh peserta dengan membuat Kebun Sayur Percontohan, seluas 5 meter persegi.
Berkenan hadir pada kegiatan Pelatihan tersebut, Sekretaris Camat Bukit Batu dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Dinas DKP dan Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ketua Pokja 3 PKK Kabupaten Bengkalis, serta Ketua dan Anggota Kelompok Tani dan Ibu-Ibu PKK. Adapun narasumber acara Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana.
Kegiatan berlangsung pada pukul 14:00 WIB mengambil tempat di Dusun Cempaka Desa Buruk Bakul. Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Bapak Kepala Dinas DKP, menyampaikan bahwa sekecil apapun pekarangan yang ada di rumah kita masing-masing, jangan kita anggap sepele sebagai suatu lahan yang terlantar. Kami sangat berharap kepada ibu-ibu rumah tangga untuk memandang, bahwa pekarangan yang sempit itu bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin, untuk penanaman bahan-bahan pangan yang pada akhirnya bertujuan bahwa itu bisa menopang rumah tangga kita.
Kalau masing-masing rumah tangga dengan lahan pekarangan paling kecil misalnya 3x5 meter, itu ditanami dengan berbagai macam tanaman dikelola secara baik, maka hasilnya bisa dipetik untuk gizi keluarga.
“Pucuk ubi tidak perlu beli, daun kunyit tak payah beli, serai langsung ambil, toge tinggal ngorek, kacang panjang tinggal panen, cabe tinggal petik, itu akan mengubah kondisi keluarga kita. Saya yakin betul.” Urainya.
Selepas pelatihan ini, ibu-ibu jangan lagi membiarkan pekarangan kosong, manfaatkan semaksimal mungkin. Pada kegiatan ini kita mitra dengan PKK, karena juga memiliki kegiatan yang mengarah kepada sepuluh program pokok PKK, antara lain adalah kecukupan pangan, maka kita bersinergi dengan baik.
“Apabila semua pekarangan sudah termanfaatkan dengan maksimal, maka kebutuhan gizi dapur akan terpenuhi. Dari situ sebuah keluarga akan memperoleh keturunan yang cukup gizinya, pertumbuhannya bagus, dan berkembang menjadi orang-orang pintar dan sukses sesuai zamannya.” Tutup Pak Kadis.
Setelah jeda singkat, tepatnya pukul 16:00 WIB, peserta pelatihan bergerak menuju ke lahan percontohan milik anggota KWT Cempaka Lestari. Tujuannya praktek memasang mulsa plastik dan mempelajari teknik memindahkan bibit tanaman dari persemaian. Lahan percontohan merupakan suatu metode penyuluhan pertanian dengan maksud agar masyarakat umum bisa melihat, mempelajari dan membuktikan terhadap suatu kegiatan pertanian.
Berkenan hadir pada kegiatan Pelatihan tersebut, Sekretaris Camat Bukit Batu dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Dinas DKP dan Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ketua Pokja 3 PKK Kabupaten Bengkalis, serta Ketua dan Anggota Kelompok Tani dan Ibu-Ibu PKK. Adapun narasumber acara Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana.
Kegiatan berlangsung pada pukul 14:00 WIB mengambil tempat di Dusun Cempaka Desa Buruk Bakul. Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Bapak Kepala Dinas DKP, menyampaikan bahwa sekecil apapun pekarangan yang ada di rumah kita masing-masing, jangan kita anggap sepele sebagai suatu lahan yang terlantar. Kami sangat berharap kepada ibu-ibu rumah tangga untuk memandang, bahwa pekarangan yang sempit itu bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin, untuk penanaman bahan-bahan pangan yang pada akhirnya bertujuan bahwa itu bisa menopang rumah tangga kita.
Kalau masing-masing rumah tangga dengan lahan pekarangan paling kecil misalnya 3x5 meter, itu ditanami dengan berbagai macam tanaman dikelola secara baik, maka hasilnya bisa dipetik untuk gizi keluarga.
“Pucuk ubi tidak perlu beli, daun kunyit tak payah beli, serai langsung ambil, toge tinggal ngorek, kacang panjang tinggal panen, cabe tinggal petik, itu akan mengubah kondisi keluarga kita. Saya yakin betul.” Urainya.
Selepas pelatihan ini, ibu-ibu jangan lagi membiarkan pekarangan kosong, manfaatkan semaksimal mungkin. Pada kegiatan ini kita mitra dengan PKK, karena juga memiliki kegiatan yang mengarah kepada sepuluh program pokok PKK, antara lain adalah kecukupan pangan, maka kita bersinergi dengan baik.
“Apabila semua pekarangan sudah termanfaatkan dengan maksimal, maka kebutuhan gizi dapur akan terpenuhi. Dari situ sebuah keluarga akan memperoleh keturunan yang cukup gizinya, pertumbuhannya bagus, dan berkembang menjadi orang-orang pintar dan sukses sesuai zamannya.” Tutup Pak Kadis.
Setelah jeda singkat, tepatnya pukul 16:00 WIB, peserta pelatihan bergerak menuju ke lahan percontohan milik anggota KWT Cempaka Lestari. Tujuannya praktek memasang mulsa plastik dan mempelajari teknik memindahkan bibit tanaman dari persemaian. Lahan percontohan merupakan suatu metode penyuluhan pertanian dengan maksud agar masyarakat umum bisa melihat, mempelajari dan membuktikan terhadap suatu kegiatan pertanian.



Posting Komentar