Kostratani dan Perkembangan Wilayah Kerja Penyuluh


Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan sebuah strategi pembangunan pertanian yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian. Dipahami bahwa pertanian memerlukan gerakan bersama dan massal dari bawah, dari lingkup kendali terkecil yaitu Kecamatan. Membangun pertanian tidak hanya selesai dengan program pemerintah, tetapi dengan gerakan bersama semua elemen pertanian yang utuh yaitu Kostratani di tingkat Kecamatan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana mengadakan pertemuan rutin penyuluh. Rapat berkala tersebut diadakan dalam ruangan BPP yang terletak di Perkantoran Terpadu Kelurahan Sungai Pakning. Pertemuan bulanan penyuluh dihadiri langsung oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bengkalis, Koordinator Penyuluh Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana. Berpartisipasi aktif seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana.

Dalam pengarahan di awal acara, disampaikan bahwa Gerakan Kostratani ada mulai dari tingkat pusat disebut dengan Kostranas dengan Komandan Menteri Pertanian dan Ketua Harian adalah Kepala BPPSDMP. Di tingkat Provinsi disebut Kostrawil dengan komandan Gubernur dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas Pertanian Provinsi. Di tingkat kabupaten/kota disebut Kostrada dengan komandan bupati/walikota, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala Dinas Pertanian Kab./Kota. Sementara di tingkat kecamatan disebut Kostratani dengan Komandan Camat, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala BPP.

Selanjutnya disampaikan bahwa wadah gerakan Kostratani ini berada pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang memang sudah ada di Kecamatan. Adanya Kostratani ini juga akhirnya mengembalikan fungsi BPP kepada tugas aslinya yaitu pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. BPP akan menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian.

Sesi terakhir dipersilahkan kepada Penyuluh untuk menyampaikan perkembangan di WKPP masing-masing. Dari Desa Buruk Bakul dilaporkan bahwa semenisasi parit beton sepanjang 300 meter telah rampung. Tali air yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh PU pengairan akan mengalirkan air ke 30 Ha lahan persawahan. Dilaporkan juga bahwa kelompok tani telah melakukan persemaian padi seluas 5 Ha dengan benih bantuan varietas PB 42.

Posting Komentar