Panen merupakan bagian dari kegiatan produksi pertanian dan faktor penentu proses pemasaran. Penanganan panen cabai perlu diperhatikan agar dapat mempertahankan mutu sehingga dapat memenuhi spesifikasi yang diminta konsumen. Penanganan yang kurang hati-hati akan berpengaruh terhadap mutu dan penampilan produk yang berdampak kepada pemasaran.
Kelompok tani ‘Bina Anak Bangsa’ Desa Sungai Selari melakukan panen cabai rawit. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Lahan milik Kelompok Tani tersebut seluas 1 Ha yang ditanami cabai rawit hijau.
Panen cabai perdana dilakukan oleh Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, lalu dilanjutkan oleh Anggota Kelompok Tani. Kelompok Tani (Poktan) Moril menanam Cabai Rawit Hijau sebanyak 1.000 Batang. Menurut anggota Poktan, ekonomi mereka meningkat dari hasil panen cabai rawit. Harga komoditi tersebut masih stabil di pasaran. Saat panen perdana cabai hijau, petani mendapatkan harga dari pedagang pengumpul sebesar 50.000 Rupiah.
Cabai rawit setiap kali panen menghasilkan produksi 30 Kg. Hasil Panen cabai rawit sudah dijual ke Pulau Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru.
Kelompok tani ‘Bina Anak Bangsa’ Desa Sungai Selari melakukan panen cabai rawit. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Lahan milik Kelompok Tani tersebut seluas 1 Ha yang ditanami cabai rawit hijau.
Panen cabai perdana dilakukan oleh Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, lalu dilanjutkan oleh Anggota Kelompok Tani. Kelompok Tani (Poktan) Moril menanam Cabai Rawit Hijau sebanyak 1.000 Batang. Menurut anggota Poktan, ekonomi mereka meningkat dari hasil panen cabai rawit. Harga komoditi tersebut masih stabil di pasaran. Saat panen perdana cabai hijau, petani mendapatkan harga dari pedagang pengumpul sebesar 50.000 Rupiah.
Cabai rawit setiap kali panen menghasilkan produksi 30 Kg. Hasil Panen cabai rawit sudah dijual ke Pulau Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru.



Posting Komentar