Bengkalis Kota Terubuk, jenis ikan endemik yang menjadi simbol Kabupaten Bengkalis. Ibukota Kabupaten menjadi lokasi dilaksanakannya acara Pertemuan Teknis Petugas Lapangan Se-Kabupaten Bengkalis. Dinas Pertanian melalui Bidang Penyuluhan, melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan teknis Petugas Lapangan Pertanian. Pertanian berdasarkan fungsi melaksanakan peranan di sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Perkebunan, Prasarana dan Sarana Pertanian, Penyuluhan, Peternakan dan Kesehatan Hewan. Salah satu tujuan pertemuan adalah meningkatkan dan mengembangkan wawasan petugas lapangan dalam melaksanakan identifikasi masalah usaha tani dan rencana tindak lanjut pemecahan masalah pertanian di masa depan.
Dinas Pertanian Bengkalis menunjuk pejabat pelaksana kegiatan yang mengundang narasumber dari berbagai instansi. Adapun Pemateri Pertemuan Teknis berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau. Tak kalah pentingnya adalah narasumber dari Seluruh Bidang di Dinas Kabupaten Bengkalis. Pemateri masing-masing bidang akan memberikan informasi dan tindak lanjut tentang kegiatan-kegiatan yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis. Dari BPTP Riau menyampaikan kajian mengenai perkembangan teknologi pertanian terkini, Dinas Peternakan dan Keswan Riau membawakan materi mengenai Asuransi usaha ternak sapi dan kerbau.
Acara Temu Teknis digelar di Aula Hotel Horizon, Jalan Hasanuddin Nomor 027, Bengkalis. Menjadi peserta Pertemuan yaitu Kepala UPT dan Koordinator Penyuluh Pertanian di tiap Kecamatan bersama Para Penyuluh pertanian se-Kabupaten Bengkalis. Jumlah total peserta adalah 90 orang, event ini menjadi forum silaturahmi antar penyuluh pertanian yang menjalankan tugas penyuluhan di desa se-Kabupaten Bengkalis.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bengkalis membuka acara Pertemuan Teknis secara resmi. Bapak Supardi, S.Sos, MH menegaskan perlunya penyuluh pertanian meningkatkan pelayanan kepada kelompok tani di lapangan.
“Saya ingatkan Penyuluh Pertanian menjadi pion-pion terdepan dalam melayani petani, maka perbanyak kehadiran di kelompok. Penyuluh mendorong diri lebih intens berdiskusi, curah pendapat dan memecahkan masalah sesuai kondisi yang dihadapi. Keluarkan kemampuan masing-masing untuk mengembangkan wilayah kerja.” Ujar Pak Kadis.
Lalu Plt. Kadis yang mulai menjabat di tahun 2019 tersebut menyatakan bahwa peran penyuluh pertanian lapangan sangat strategis. Dalam melaksanakan tugasnya, penyuluh bersikap profesional sebagai pendamping sekaligus tempat konsultasi bagi kelompok tani. Penyuluh bertugas mengawal petani dalam budidaya tanaman hingga membangun kelembagaan yang kuat dan mandiri. Dalam prakteknya seorang penyuluh juga didorong agar mampu menuangkan ide dan gagasan melalui media tulisan. Era digital menuntut petugas lapangan mampu mengolah informasi dengan cepat, hingga alih teknologi pertanian bisa berjalan sempurna.
Disampaikan juga agar para petugas lapangan menjaga akurasi data lahan pertanian, menjalankan program-program pemerintah Pusat maupun Daerah dengan baik dan benar. Memaksimalkan potensi lahan yang masih bisa diubah menjadi lokasi mengelola pertanian, misalnya lahan rawa. Lebih lanjut diutarakan agar petugas selalu eksis di lapangan, hingga pekerjaan yang dilakukan betul-betul memberi efek perubahan. Bila ada kendala-kendala yang terjadi di lapangan, bisa dikomunikasikan ke Dinas agar ditemukan solusi bersama.
Dinas Pertanian Bengkalis menunjuk pejabat pelaksana kegiatan yang mengundang narasumber dari berbagai instansi. Adapun Pemateri Pertemuan Teknis berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau. Tak kalah pentingnya adalah narasumber dari Seluruh Bidang di Dinas Kabupaten Bengkalis. Pemateri masing-masing bidang akan memberikan informasi dan tindak lanjut tentang kegiatan-kegiatan yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis. Dari BPTP Riau menyampaikan kajian mengenai perkembangan teknologi pertanian terkini, Dinas Peternakan dan Keswan Riau membawakan materi mengenai Asuransi usaha ternak sapi dan kerbau.
Acara Temu Teknis digelar di Aula Hotel Horizon, Jalan Hasanuddin Nomor 027, Bengkalis. Menjadi peserta Pertemuan yaitu Kepala UPT dan Koordinator Penyuluh Pertanian di tiap Kecamatan bersama Para Penyuluh pertanian se-Kabupaten Bengkalis. Jumlah total peserta adalah 90 orang, event ini menjadi forum silaturahmi antar penyuluh pertanian yang menjalankan tugas penyuluhan di desa se-Kabupaten Bengkalis.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bengkalis membuka acara Pertemuan Teknis secara resmi. Bapak Supardi, S.Sos, MH menegaskan perlunya penyuluh pertanian meningkatkan pelayanan kepada kelompok tani di lapangan.
“Saya ingatkan Penyuluh Pertanian menjadi pion-pion terdepan dalam melayani petani, maka perbanyak kehadiran di kelompok. Penyuluh mendorong diri lebih intens berdiskusi, curah pendapat dan memecahkan masalah sesuai kondisi yang dihadapi. Keluarkan kemampuan masing-masing untuk mengembangkan wilayah kerja.” Ujar Pak Kadis.
Lalu Plt. Kadis yang mulai menjabat di tahun 2019 tersebut menyatakan bahwa peran penyuluh pertanian lapangan sangat strategis. Dalam melaksanakan tugasnya, penyuluh bersikap profesional sebagai pendamping sekaligus tempat konsultasi bagi kelompok tani. Penyuluh bertugas mengawal petani dalam budidaya tanaman hingga membangun kelembagaan yang kuat dan mandiri. Dalam prakteknya seorang penyuluh juga didorong agar mampu menuangkan ide dan gagasan melalui media tulisan. Era digital menuntut petugas lapangan mampu mengolah informasi dengan cepat, hingga alih teknologi pertanian bisa berjalan sempurna.
Disampaikan juga agar para petugas lapangan menjaga akurasi data lahan pertanian, menjalankan program-program pemerintah Pusat maupun Daerah dengan baik dan benar. Memaksimalkan potensi lahan yang masih bisa diubah menjadi lokasi mengelola pertanian, misalnya lahan rawa. Lebih lanjut diutarakan agar petugas selalu eksis di lapangan, hingga pekerjaan yang dilakukan betul-betul memberi efek perubahan. Bila ada kendala-kendala yang terjadi di lapangan, bisa dikomunikasikan ke Dinas agar ditemukan solusi bersama.



Posting Komentar