Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Program Pajale


Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bukit Batu dan Bandar Laksamana mengadakan Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Program Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Penanggung Jawab Upaya Khusus (Penjab Upsus) Pajale Provinsi Riau, Pejabat Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau dan Pejabat dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau. Adapun sebagai tuan rumah, telah hadir Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis. Sebagai pendamping Upsus Pajale di lapangan, juga hadir Koordinator PPL dan seluruh Penyuluh yang menerima program tersebut se-Kabupaten Bengkalis.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ibu Ir. Gusriani menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan mengevaluasi bantuan pemerintah yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani. Evaluasi ini berjenjang dari tingkat Pusat ke Provinsi kemudian dari Provinsi Ke Kabupaten, yang langsung membawahi pelaksana kegiatan di Desa dan Kecamatan. Evaluasi mengenai segala aspek, termasuk peningkatan luas tanam Padi, Jagung dan Kedelai di Kabupaten Bengkalis.

“Secara bersama, akan kita evaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan mengetahui dampak perubahan yang dihasilkan. Tentu saja Penyuluh Pertanian sebagai petugas lapangan memiliki data dan mengetahui kondisi riil di lahan-lahan kelompok tani kita.” Ujar Ir. Gusriani.

Selanjutnya dikatakan bahwa Kelompok Tani yang tersebar di desa-desa se-Kabupaten Bengkalis pada bulan Juli ini akan mendapat bantuan benih padi Gogo. Tentu saja kelompok tani-kelompok tani tersebut telah melalui verifikasi kelayakan untuk menerima program pemerintah. Adapun bantuan berupa benih Padi Gogo untuk lahan seluas 600 Ha akan diserahkan kepada kelompok dengan pembinaan oleh penyuluh pertanian.

Berikutnya Kabid PSP Dinas Pertanian Kab. Bengkalis, Ibu Ir. Wan Suryani memaparkan bahwa ada delapan Kecamatan yang berpotensi meningkatkan luas tambah tanam di bulan Juli. Peningkatan LTT terluas berada di Kecamatan Rupat, kemudian diikuti oleh Kec. Mandau, Rupat Utara dan Kecamatan Bengkalis. Kemudian Ibu Kabid menjelaskan mengenai jenis-jenis padi yang sering ditanam oleh petani di Kabupaten Bengkalis.

“Varietas yang digunakan oleh petani kami umumnya yang memiliki rasa nasi pera. Jenis padi penghasil nasi tersebut sebut saja misalnya varietas Batang Piaman, jenis padi Ciherang dan Varietas padi IR 42. Sebagian petani ada juga yang bertanam menggunakan varietas lokal yang berumur kurang lebih 6 bulan.” Tandasnya.

Acara kemudian berlanjut dengan sesi diskusi dan evaluasi secara menyeluruh mengenai kegiatan pertanian yang telah dilakukan sampai ke tingkat Desa. Di akhir pertemuan, Penanggung Jawab Upsus Tingkat Provinsi, Ir. Sarjito menyampaikan hasil pemaparan dan kajian data terkini dari peserta Rapat Koordinasi penambahan luas tanam Program Pajale Kab. Bengkalis.

“Pada tahun sebelumnya, LTT Bengkalis di Bulan Juli 2018 adalah 611 Ha. Pada bulan yang sama tapi dengan tahun yang berbeda, yakni Bulan Juli Tahun 2019 telah dikumpulkan data tanam terbaru. Perlu diingat bahwa target Pemerintah Pusat mengenai penambahan luas tanam program Pajale, adalah minimal sama dengan tahun sebelumnya atau bahkan bisa melebihi target.” Jelasnya.

Pada kenyataannya setelah dilakukan rekapitulasi data dari seluruh lokasi dilaksanakan program Pajale, luas tambah tanam di Kabupaten Bengkalis adalah 650 Ha. Hal tersebut berarti kinerja pelaksanaan Upsus Pajale Kabupaten Bengkalis telah melebihi dari target yang ditetapkan. Ir. Sarjito sebagai Penjab Upsus Pajale sangat mengapresiasi Dinas Pertanian, Petani dan Kelompok tani serta Penyuluh Pertanian Kabupaten Bengkalis. Berkat kerja keras semua elemen tersebut, salah satu upaya meningkatkan LTT Pajale Kabupaten Bengkalis Tahun 2019 sudah melampaui target yang dicanangkan Pemerintah Pusat.


Posting Komentar