Sebuah pertemuan diselenggarakan oleh Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH)-Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Pertemuan tersebut mengambil tempat di Balai Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat, pada tanggal 4 juli 2018. Tujuan pertemuan yaitu memberikan kemudahan kepada Petani dari Rupat dan Rupat Utara untuk mencairkan Dana Bantuan Pertanaman Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale).
Terdapat kendala lapangan dalam hal pencairan dana bantuan kegiatan peningkatan produksi Pajale di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Munculnya permasalahan bahwa pencairan dana harus dilakukan di Kotamadya Dumai, sedangkan jaraknya sangat jauh dan membutuhkan biaya besar untuk menuju ke sana. Adapun Bank bersangkutan yang menjadi perantara pencairan dana, hanya memiliki cabang di Dumai, di Pulau Rupat belum tersedia. Maka dari itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, melalui Bidang TPH berinisiatif untuk memberikan kemudahan kepada petani agar kendala yang dijumpai di lapangan bisa terselesaikan dengan baik.
“Khusus kelompok tani yang menerima bantuan Pajale di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, sudah bisa mencairkan dana tersebut di tempat ini (Pangkalan Nyirih). Kami memilih Desa Pangkalan Nyirih sebagai tempat pertemuan, sebab Desa ini berada di bagian tengah Pulau Rupat. Hal tersebut memberikan akses lebih dekat untuk dijangkau oleh semua kelompok tani. Petani dari Rupat Utara tidak terlalu jauh ke Batupanjang, sedangkan Petani dari Kecamatan Rupat bisa mengunjungi saudaranya di Rupat Tengah.” Ungkap Pak Kabid TPH, Otot Haryopurwoko, SP.
Ketua kelompok tani dan bendahara diwajibkan hadir sebagai syarat utama untuk melakukan pencairan. Tidak lupa Balai Penyuluh Pertanian mendampingi masing-masing kelompok dalam hal melengkapi berkas yang dibutuhkan pihak Bank. Hal tersebut guna meyakinkan pihak bank bahwa yang menerima dana bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN ) ini adalah kelompok tani yang sah dan sudah terverifikasi.
Ikhtiar memberikan kemudahan dalam usaha mensukseskan program Pajale ini sengaja dilakukan dengan segera. Dikatakan bahwa kalau pihak Dinas Pertanian terlalu lama menunggu semua dana masuk, maka bantuan kelompok yang sudah masuk ini akan terkendala untuk menjalankan program yang telah diberikan. Pihak bank juga bersedia bekerjasama sehingga bisa dilaksanakan pencairan dana bantuan langsung kepada kelompok tani. Maka diputuskan bahwa yang duluan masuk rekening, sudah bisa dicairkan. Tahapan kedua sebaiknya kelompok tani bisa memaklumi untuk mengambil dananya ke Dumai.
“Untuk pelaksanaan kegiatan penanaman Padi, Jagung dan Kedelai, masih ada beberapa kelompok sampai saat ini dananya belum masuk ke rekening. Kami harap bersabar sebab sekarang sedang dalam proses penyelesaian di Pekanbaru. Tapi sebagian besar dana bantuan program Pajale untuk Kecamatan Rupat dan Rupat Utara sudah masuk.” Jelas Pak Kabid.
Upsus Pajale (Upaya Khusus Swasembada-Padi Jagung dan Kedelai) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Di dalam kegiatan tersebut, Kementan berusaha meningkatkan produksi Pajale melalui penambahan luas tanam, bantuan benih, pupuk dan herbisida, bantuan alat mesin pertanian, perbaikan irigasi dan sebagainya. Semua itu untuk mengupayakan pencapaian kedaulatan pangan nasional.



Posting Komentar