Berdasar cakupannya, konsep ketahanan pangan lebih luas dibandingkan konsep swasembada pangan. Hal tersebut dikarenakan konsep ketahanan pangan mencakup tiga unsur pokok yaitu ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan, sedangkan konsep swasembada pangan hanya berorientasi pada aspek fisik produksi pangan. Lebih jauh lagi, konsep ketahanan pangan tidak hanya sampai pada tahapan cukup dan aman, namun juga bermutu, bergizi, dan berimbang.
Pada hari Kamis hingga Sabtu diadakan Pelatihan Analisis Situasi Konsumsi Pangan (ASKP). Kegiatan tersebutdilaksanakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Riau. Pelatihan ASKP diikuti sebanyak 60 peserta dari seluruh Kabupaten/Kota se-provinsi Riau.
Dalam sambutannya, kepala BKP Provinsi Riau mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mendorong pengumpulan data konsumsi pangan serta meningkatkan pengetahuan petugas atau enumerator. Selanjutnya Pak Kaban juga membahas arah kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. Dalam upaya memperbanyak jenis bahan konsumsi masyarakat tersebut masih ditemui berbagai permasalahan. Kebiasaan masyarakat yang telah bergeser dari aneka bahan makanan pokok kepada beras sebagai satu-satunya makanan pokok utama. Masalah tidak hanya karena ketergantungan masyarakat pada beras,upaya kekurangan gizi pada makanan jugaharus mendapat perhatian khusus.
Pelatihan AKSP menghadirkan dua narasumber dari BKP Kementerian Pertanian Pusat. Dikatakan bahwa pemerintah terus mengadakansurvey konsumsi pangan untuk mengetahui besaran indeks Pola Pangan Harapan (PPH) sebuah wilayah, mendapatkan gambaran mengenai besarnya konsumsi pangan penduduk,kebutuhan pangan, serta target konsumsi pangan penduduk yang idealhingga bisa dilakukan perumusan kebijakan strategis ketahanan pangan.
Selama tiga hari, peserta diajarkan metode survey konsumsi pangan, cara pengambilan data lapangan serta cara memasukkan dan mengolah data ke dalam software analisis pangan yang telah disiapkan.
“Kita akan mendampingi peserta dalam mempelajari penggunaan aplikasi pengolah data ini hingga betul-betul paham. Sebab jika salah menginput data, maka kita tidak akan bisa memperoleh gambaran kondisi konsumsi pangan penduduk secara utuh.” Demikian kata Aprianto, pelatih dari pusat.
Kebutuhan konsumsi pangan penduduk harus dipenuhi secara merata dengan memanfaatkan sumber daya alam, kelembagaan pangan dan budaya lokal. Sasaran yang dituju dalam pemenuhan dan perbaikan konsumsi pangan yaituditingkat individu, rumah tanggahingga masyarakat secara luas.Diharapkan dengan mengetahui situasi konsumsi pangan penduduk dengan pendekatan Pola Pangan Harapan(PPH), maka pendekatan program yang dilakukan pemerintah bisa menjadi tepat guna dan tepat sasaran. Sebab pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi merupakan faktor penting dalam usahapembangunan manusia Indonesia yang berkualitas guna meningkatkan daya saing bangsa.



Posting Komentar