Ledakan revolusi teknologi terutama dibidang komunikasi sukses mengubah wajah zaman, selisih jauh dan panjang ruang-waktu terus dimampatkan dan dipersempit lewat penemuan perangkat-perangkat baru teknologi yang diklaim mampu memudahkan kehidupan manusia. Penemuan-penemuan teknologi mutakhir pada abad 21 telah memodifikasi cara hidup dan tingkah laku manusia dalam ranah-ranah sosial. Ruang dan waktu seolah tak berarti lagi, segalanya berubah menjadi instan, serba cepat, efektif dan efisien, yang membuat manusia tidak lagi harus berpindah tempat duduk untuk melakukan sesuatu, cukup klik sini-klik sana maka dalam hitungan detik semuanya tersaji. Hal ini tidak lepas dari penemuan sebuah koneksi komunikasi yang dapat menghubungkan jutaan orang dari belahan dunia manapun, perangkat itu kita kenal dengan nama: internet.
Secara sederhana internet adalah sistem yang dibangun untuk menghubungkan berjuta-juta komputer sehingga penggunanya bisa berinteraksi satu sama lain. Awal sejarahnya dimulai dari tahun 1969 melalui ARPANET Project, sebuah riset Departemen Pertahanan AS untuk menghubungkan komputer dan membangun jaringan organik. Riset tersebut menemukan bentuk jaringan sederhana yang hanya menghubungkan satu komputer dengan komputer lain yang saling berdekatan dan dihubungkan dengan kabel serat optik untuk memudahkan proses pertukaran informasi local area network (LAN). Perkembangan berikutnya telah berhasil menghubungkan LAN yang satu dengan LAN yang lain, yang di dalamnya terintegrasi banyak komputer. Kemudian, teknologi nirkabel dan penemuan format world wide web kemudian menstimulasi kemajuan jaringan komputer yang lebih luas, seperti yang kita kenal saat ini.
Internet, atau spesifiknya ruang siber (cyberspace) sebagai sesuatu yang common sekaligus prospektif secara ekonomi, dan menjadi penopang dalam mode masyarakat baru. Hari ini, hampir semua orang pernah dan bisa mengakses internet, baik dari komputer personal maupun perkakas lain yang lebih populer seperti telepon seluler. Lebih dari itu, internet bukan hanya ruang informasi bagi kita, melainkan dalam beberapa dua dekade terakhir telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan harian masyarakat modern. Kebutuhan yang melibatkan internet makin banyak dan kompleks, dari perdagangan online, perekonomian dan moneter, pendidikan, pers, mengatur lampu lalu lintas hingga yang ‘remeh temeh’ seperti sosialita dan pergaulan. Internet pun telah menjadi sphere baru bagi interaksi sosial yang di dalamnya mengandung fitur-fitur seperti komunikasi, berbagi, dan berjejaring.
Kini kita hidup di era di mana teknologi sebagai sebuah kesatuan sistem yang demikian kompleks, bukan lagi teknologi yang dapat diterjemahkan sebagai sekedar alat. Teknologi telah menentukan alur hidup manusia, bukan sebaliknya. Theodore Kaczynski, seorang profesor matematika, memperingatkan akan hadirnya konsekuensi buruk atas kemelekatan manusia pada teknologi. Demikian juga Bill Joy, seorang programmer komputer terpandang; atau Martin Rees, seorang astronom terkemuka Britania Raya. Atau Freud dan Hokheimer. Bahkan untuk lebih mudah mengidentifikasi dan melengkapi jajaran para skeptis, tersebutlah satu orang yang tentu siapapun kenal: Albert Einstein.
Internet menjadi titik kulminasi segala percepatan teknologi, dengan koneksi telepon dan penemuan kartu kredit seolah mengukuhkan hal ini. Beberapa dampak yang terasa adalah laju konsumerisme yang makin tinggi. Banyak orang kini melakukan online shopping lewat internet. Semakin sering akses ke internet dan mengunjungi web-web komersial berarti makin banyak barang-barang yang dilihat yang pada akhirnya tergoda dan terpikat untuk membeli. Ditambah lagi penemuan iklan sebagai instrument pengeruk hasrat telah memberikan suntikan ampuh bagi masyarakat moderen untuk terus berbelanja dan mengkonsumsi apa saja tanpa batasan.
Semenjak adanya internet, tayangan-tayangan semacam aksi kekerasan, kekasaran, erotisme dan pornografi menjadi hal yang lumrah. Celakanya lagi, internet hari ini tak hanya dikonsumsi oleh orang tua, namun juga oleh remaja dan anak-anak. Hari ini internet dapat digunakan untuk mengakses gambar dan film porno, bahkan dari telepon seluler sekalipun. Walaupun gambar porno dan cerita porno dapat diperoleh dari berbagai sumber, kehadiran internet semakin menyemarakkan perolehan pronografi tersebut. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Hadirnya internet menjadi sebuah pertanda perubahan pola interaksi yang bersifat umum dan terbuka, menjadi individualis dan tertutup.Gerak sosial kini hadir dalam kotak layar 21 inci dengan koneksi internet di dalamnya. Browsing, chatting, situs pertemanan, hingga game on-line menjadi arena kehidupan baru. Gerak sosial semacam ini bersifat pasif dan relatif tidak melibatkan ekspresi secara mendalam, sebab internet di satu sisi telah menghilangkan budaya berbicara dan tatap muka secara langsung. Bukan hal yang mustahil ini telah menjadi mimpi buruk bagi generasi masa mendatang yang minim interaksi, tanpa emosi dan kepekaan. Generasi post-internet dengan fenomena kehampaan yang menghantui hari-hari depan mereka.
Merujuk pada seorang pemikir yang muncul di pertengahan dekade 60-an-bernama Guy Debord, secara cerdik menyatakan bahwa kemajuan teknologi telah mengakibatkan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan akut pada masyarakat zaman modern. Hal ini merujuk pada kehidupan dan interaksi manusia hanya terjalin oleh citra dan imaji semata, selayaknya tayangan iklan. Hal ini mengakibatkan terjadinya pendangkalan makna kehidupan, hingga kita hampir tidak dapat menemukan sentuhan alami dan personal dalam membangun kehidupan. Tanda-tanda ke arah sana telah hadir saat ini, dimana kebosanan-kebosanan ritmik kehidupan harian telah menjadi hal yang lazim kita temui. Ketika kontak antar manusia semakin minim dan jarang terjadi, maka keberadaan teknologi dengan berbagai perangkatnya boleh jadi perlahan-lahan akan mengeliminir keintiman dalam hubungan sosial manusia.



Posting Komentar