Resensi Film: Sapi Gemuk Laba Pun Datang


 
Judul : Sapi Gemuk Labapun Datang
Sutradara : Muhammad Ridwan
Naskah : Muhammad Ridwan
Aktor/Aktris : Jaja Kardija, Hardianto, M. Ali, Enrawan, Mulyana, Dian Eka Pratiwi
Durasi : 12 menit 56 Detik
Rilis : Agustus 2014
Produksi : Diklat Teknis Multimedia untuk Penyuluh, Angkatan II
Distribusi mandiri: BPP Kec. Rupat-Rupat Utara

Kisah dibuka dengan pemandangan pagi hari yang cerah di sebuah desa yang jauh dari hingar bingar kota. Penduduknya hidup rukun dan damai, setiap pagi mereka melakukan pekerjaan sebagai petani. Di sela waktu senggang mereka bertani, memelihara ternak menjadi salah satu kegiatan yang aktif dilakukan.

Di sebuah padang rumput yang luas, seorang peternak dengan baju kaos merah lengan panjang sedang mengambil rumput menggunakan pisau sabit. Dengan penuh semangat, dia menyabit helai demi helai rumput hingga terkumpul banyak di sisinya. Dia sesekali memperbaiki letak lilitan kain ikat kepalanya, menyeka peluh di keningnya.

Dari arah jalan tanah tak jauh dari tempat petani itu menyabit, seorang lelaki paruh baya menunggangi sebuah motor. Dia menggunakan baju kaos berkerah dan celana panjang. Selintas tertarik dengan kegiatan menyabit si petani, diapun singgah, kemudian melangkah ke arah petani.

Terjadilah perbincangan antar mereka, si pengendara roda dua ternyata adalah petugas peternakan dari kecamatan bernama pak Jaja.

Ketika petani telah selesai melaksanakan pekerjaan, ia pun mengajak petugas itu ke rumahnya.

Kisah kemudian berlanjut di sebuah ruang tamu sederhana. Tempat terjadinya diskusi antara petani dan petugas, tentang cara pemberian pakan pada ternak sapi.

Pak Harianto, nama si petani, adalah anggota sebuah kelompok tani peternak di desa tersebut. Setelah berkoordinasi dengan kawan-kawannya yang lain, akhirnya mereka bersepakat untuk bertemu.

Seluruh anggota kelompok tani peternak tersebut akhirnya berkumpul di rumah pak Harianto. Pak Jaja, petugas peternakan dari kecamatan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga nutrisi pakan pada usaha ternak sapi.

Selama di rumah petani, Pak Jaja juga menyempatkan diri untuk meninjau lokasi kandang ternak. Di sana dia memberi penjelasan dan mempraktekkan cara memberi pakan ternak yang baik dan benar,

Usai memberi penyuluhan, Pak Jaja mohon pamit untuk pulang. Sebelumnya dia menyampaikan pesan agar petani memperhatikan kualitas pakan ternak mereka. Selain itu juga dia berharap para petani selalu menjaga nutrisi pakan agar berat badan sapi cepat bertambah.

“Sapi gemuk, labapun datang!” Tutup petugas peternakan.

Itulah sinopsis dari film berdurasi sangat pendek yang dibuat dalam sebuah pelatihan teknis mulitimedia bagi penyuluh pertanian di Provinsi Jambi. Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut menghasilkan 5 buah film yang dikerjakan secara berkelompok.

Film tentang teknik pemberian pakan pada ternak sapi ini dikerjakan oleh sebuah kelompok yang beranggotakan penyuluh dari provinsi Aceh, Kepri, Jambi, dan Riau. Hampir seluruh anggota kelompok menjadi pemeran dalam film ini, termasuk salah satu PPL dari Kec. Rupat, yaitu Enrawan, SP yang sekaligus menjadi editor film. Sedangkan penyusun naskah skenario juga salah satu penyuluh dari kabupaten Bengkalis.

Dalam film pendek ini diungkapkan bahwa zat gizi yang dibutuhkan oleh sapi meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Dalam lingkungan sekitar pedesaan yang belum lagi ramai oleh penduduk, kebutuhan zat tersebut bisa diambil dari bahan-bahan di sekitar. Yang diperlukan adalah kejelian dan ilmu yang tepat dalam meramu bahan-bahan potensial yang tersebar di berbagai lokasi tempat peternakan sapi berada.

Beberapa pakan lokal bernutrisi tinggi yang sering ditemui sebagai berikut,

-Dedak: Pemberian dedak bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat bagi sapi, juga sumber protein yang tinggi.

-Jerami: Fungsi jerami yaitu sebagai sumber serat dan untuk meningkatkan kualitas daging.

-Kulit dan batang jagung: Jika membutuhkan bahan pakan penopang agar pertumbuhan sapi bagus, maka kulit dan batang jagung bisa digunakan.

-Konsentrat: Pemberian konsentrat adalah hal yang harus dilakukan dalam usaha penggemukan sapi. Jumlah konsetrat yang diberikan sesuai dengan bobot sapi yang digemukkan agar pertumbuhan ternak bisa optimal.

Masih banyak bahan-bahan lain yang bisa digunakan untuk pakan ternak, tergantung yang tersedia di sekitar daerah peternakan.

Adapun untuk minum, harus tersedia setiap saat, jadi saat sapi ingin minum langsung tersedia di depannya. Pemberian minum juga bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan. Jika sapi mengalami gejala kurang nafsu makan, campurkan garam ke dalam air minum. Setelah ada rasa asin di mulutnya, maka sapi biasanya akan kembali memakan pakan yang telah tersedia.

Akhirnya sehari sebelum pelatihan ditutup, ke 5 film tersebut diputar. Seluruhnya mendapat apresiasi yang bagus dari pelatih. Walau begitu, tetap saja semua film mendapat kritik dan saran untuk pengembangan wawasan dan skill ke depan.

Khusus untuk film yang diresensi ini, kritik yang datang adalah peran seorang petugas penyuluh seolah mengetahui segalanya. Artinya pembelajaran kepada petani masih menggunakan metode satu arah, mengeliminir kemampuan petani ataupun peternak untuk mencari solusi dari permasalahan yang mereka hadapi secara swadaya. Selain itu, masih banyak hal-hal teknis lainnya yang memperoleh kritik, seperti editing film, narasi, dialog, dubbing, dsb. Pelatih berharap peserta terus berkarya untuk mengasah keterampilan yang mereka miliki.

Pada akhirnya, kita akan kembali kepada tujuan. Ketika meresensi sebuah film tentang penyuluhan, berarti kita tidak hanya sekedar ingin menghibur, tapi juga ingin menyampaikan sebuah pesan. Penyampaian pesan kepada khalayak ramai, bukan terbatas pada petani yang menjadi sasaran khusus dalam pembuatan film seperti ini. Maka untuk menghindari perdebatan apakah unsur menghibur seperti seni bisa diacuhkan, yang penting isi pesan tersampaikan. Mari kita simak perkataan seorang widyaiswara diklat multimedia ini setelah film pendek “Sapi Gemuk Labapun Datang” ini selesai diputar.

“Sangat menghibur. Bahkan para penonton tidak ada yang meninggalkan ruangan, berarti film ini bagus.”

Posting Komentar